RADAR BOGOR – Pedagang ayam di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, mengeluhkan penurunan omzet akibat semakin ketatnya persaingan dengan penjual ayam di pinggir jalan. Meski harga ayam sedang turun, kondisi tersebut belum mampu mendongkrak penjualan di dalam pasar.
Salah seorang pedagang di Bogor, Asep (35), mengatakan harga ayam kini turun dari Rp40 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Penurunan harga sudah terjadi sekitar sepekan terakhir seiring melimpahnya pasokan di tingkat pengecer.
Menurutnya, turunnya harga ayam di sejumlah pasar Bogor tidak terlalu memengaruhi margin keuntungan karena harga beli dari pemasok juga ikut menyesuaikan. Namun, tantangan terbesar justru datang dari pedagang di luar pasar yang menawarkan ayam berukuran lebih besar dengan harga lebih murah.
Baca Juga: 40 Kuota Gratis! Warga Kabupaten Bogor Bisa Ikut Pelatihan Bahasa Jepang, Ada Peluang Kerja Langsung
“Sekarang kami terjepit. Penjual di pinggir jalan menjual ayam yang ukurannya lebih besar dengan harga yang jauh lebih murah,” ujarnya, Jumat 3 Juli 2026.
Asep menjelaskan, ayam yang dijual di pasar umumnya berbobot sekitar satu kilogram dengan kualitas yang disesuaikan untuk kebutuhan rumah tangga, warung makan, hingga katering.
Sementara itu, penjual di pinggir jalan menawarkan ayam berbobot lebih dari dua kilogram dengan harga berkisar Rp25 ribu hingga Rp60 ribu per ekor.
Baca Juga: Angka Jemaah Meninggal Dunia Turun 25%, Kemenhaj Siapkan 2 Fokus Besar untuk Haji 2027
Perbedaan harga tersebut membuat banyak konsumen beralih membeli ayam di luar pasar sehingga omzet pedagang tradisional terus menurun.
Selain menghadapi persaingan harga, pedagang pasar juga masih dibebani biaya operasional seperti sewa kios, yang membuat mereka semakin sulit bersaing dengan penjual yang berjualan di tepi jalan.
Meski demikian, Asep optimistis pelanggan yang mengutamakan kualitas tetap memilih berbelanja di pasar karena ayam yang dijual dinilai lebih terjamin dari sisi mutu dan kesegarannya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga