RADAR BOGOR - Aplikasi Smart Asser Governancer atau Simasda resmi diluncurkan oleh Pemkot Bogor pada, Selasa 7 Juli 2026.
Aplikasi Simasda ini dirancang untuk memudahkan pemantauan aset daerah. Bahkan warga Kota Bogor pun bisa ikut memantaunya secara digital.
Kepala BKAD Kota Bogor, Lia Kania Dewi menjelaskan aplikasi Simasda dikembangkan untuk meningkatkan tranparansi pengelolaan aset daerah.
“Kemudian juga di situ dipilah juga aset-aset yang dipinjam-pakaikan, data aset baik itu jalan, jembatan, sekolah, kemudian juga fasos-fasum,” beber Lia.
Warga Kota Bogor bahkan bisa memantau penggunaan mobil dinas yang digunakan para pejabat. Lewat Simasda semua bisa terdeteksi siapa penggunanya.
Lia menerangkan aplikasi Simasda ini juga memudahkan para investor yang hendak memanfaatkan aset daerah. Semua terbuka secara umum.
Baca Juga: Pecinta Pedas Merapat! Mi Sapi Pedas Merona Siap Menggoyangkan Lidah Anda
“Ini penting karena keterbukaan, transparansi ini akan mengarah kepada upaya peningkatan dari PAD. Arahnya seperti itu,” terang Lia pada awak media.
Berdasarkan catatannya aset milik Kota Bogor saat ini sudah menyentuh diangka Rp12,9 triliun. Namun data ini terus bergerak setiap saatnya.
“Dan ini tentunya yang semua unsur bisa memonitor, baik dari internal BKAD, seluruh OPD, maupun masyarakat. Jadi, sama-sama untuk saling memonitor,” ujar Lia.
Aset yang sudah berhasil dimanfaatkan senilai Rp5,5 miliar. Ini bersumber dari skema Bangun Guna Serah (BGS), rumah susun, hingga penyewaan lahan reklame.
Meski demikian, Lia menilai masih terdapat ruang untuk meningkatkan nilai ekonomi aset daerah. Evaluasi terhadap besaran tarif sewa akan terus dilakukan.
Evaluasi tarif sewa itu akan melibatkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) agar nilai aset yang dimanfaatkan benar-benar sesuai dengan kondisi pasar dan memberikan manfaat maksimal bagi daerah.
“Seluruh aset yang memiliki potensi harus bisa dimanfaatkan secara optimal melalui kerja sama yang saling menguntungkan, sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan Kota Bogor,” ucapnya.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachum menambahkan digitalisasi pengelolaan aset merupakan bagian dari upaya membangun pemerintahan yang modern, bersih, dan berintegritas.
Baca Juga: Proyek Kereta Gantung Puncak Bogor Disiapkan, Hubungkan Gunung Mas hingga Summarecon
Dengan sistem baru tersebut, seluruh data aset daerah akan terdokumentasi secara lebih rapi dan dapat dipantau secara real time.
“Melalui SIMASDA, pengelolaan aset akan menjadi lebih transparan, akuntabel, dan tentunya memperkuat integritas dalam tata kelola pemerintahan,” terangnya.
Dedie juga turut mengapresiasi keberadaan Simasda ini. Sebab aplikasi tersebut telah menyajikan informasi lengkap tentang aset daerah.
Mulai dari lokasi, luas lahan, nilai aset, fungsi pemanfaatan, hingga status penggunaannya.
Dengan demikian, proses pengawasan terhadap aset pemerintah dapat dilakukan secara lebih efektif.
“Semua informasi akan tersaji dengan jelas. Aset berada di mana, berapa nilainya, dimanfaatkan untuk apa, hingga masa penggunaannya bisa diketahui melalui sistem ini,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin