RADAR BOGOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit zoonotik melalui kegiatan lokakarya bersama jurnalis yang digelar di Aula Gedung PSC 199 Dinkes Kota Bogor, Selasa, 7 Juli 2026.
Kegiatan bertajuk “Komunikasi Zoonotik Menarik Tanpa Bikin Panik” itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia sekaligus membangun sistem respons yang lebih siap sebelum terjadi wabah.
Ketua Kelompok Kerja Risk Communication and Community Engagement (RCCE), Rizky Ika Syafitri menjelaskan, lokakarya tersebut merupakan rangkaian kegiatan selama dua hari yang berfokus pada penguatan komunikasi risiko dan pelibatan masyarakat dalam pencegahan penyakit zoonotik.
Baca Juga: Jawa Barat Diusulkan Ganti Nama Jadi Tatar Sunda, Ini Catatan Akademisi UIKA Bogor
Menurutnya, langkah kesiapsiagaan perlu dilakukan sedini mungkin sebelum muncul kasus di masyarakat. Dengan begitu, warga mengetahui cara mencegah penularan, memahami tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi kasus, hingga mengetahui akses layanan kesehatan yang tersedia.
“Ini bagian dari upaya kesiapsiagaan untuk mengantisipasi penyakit zoonotik yang berpotensi menjadi wabah, yang terpenting masyarakat tahu bagaimana mencegah, apa yang harus dilakukan ketika ada kasus, dan ke mana harus mencari pertolongan,” ujar Rizky.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah penyakit zoonotik yang perlu diwaspadai, di antaranya rabies, flu burung, antraks, dan leptospirosis. Khusus leptospirosis, penyakit tersebut kerap meningkat saat musim hujan karena ditularkan melalui air seni tikus yang mencemari lingkungan.
Rizky menegaskan, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi wabah. Pasalnya, penyakit menular dapat menyebar dengan cepat dan menyerang banyak orang dalam waktu bersamaan.
“Kalau sistemnya tidak disiapkan sejak awal, saat kasus muncul semua bisa gagap dan respons menjadi terlambat. Karena itu ekosistem penanganannya harus disiapkan dari sekarang,” jelasnya.
Selain edukasi mengenai penyakit zoonotik, peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya memperoleh informasi kesehatan yang akurat. Untuk itu, masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah platform pengecekan informasi, termasuk situs cekhoax.id untuk memverifikasi kebenaran informasi yang beredar.
Rizky menambahkan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Dinkes Kota Bogor dengan Portal Kesehatan Masyarakat (Porkesmas) yang tergabung dalam Pokja RCCE. Kelompok kerja tersebut telah aktif sejak masa pandemi Covid-19 dan memiliki pengalaman dalam penanganan komunikasi risiko saat terjadi wabah.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan potensi kejadian penyakit pada hewan. Jika ditemukan kematian hewan ternak secara mendadak dalam jumlah besar, peternak diwajibkan melapor kepada petugas kesehatan hewan agar dapat segera dilakukan investigasi.
“Kalau ada kematian hewan secara massal, harus segera dilaporkan. Itu sudah menjadi sistem pengawasan yang baku. Bahkan masyarakat juga bisa ikut melapor apabila menemukan indikasi yang mencurigakan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Dinkes Kota Bogor berharap masyarakat semakin memahami risiko penyakit zoonotik sekaligus mampu berperan aktif dalam upaya pencegahan sehingga potensi wabah dapat ditekan sejak dini.(ded)
Editor : Eka Rahmawati