RADAR BOGOR - Layanan Biskita diminta masuk lelang pada Desember 2026 mendatang. Tujuannya untuk menghindari penghentian operasional di awal tahun nanti.
Permintaan lelang Biskita itu disampaikan langsung Wali Kota Bogor Dedie Rachim kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto.
“Lelang bisa dilakukan di akhir tahun nanti atau Desember. Jadi per 1 Januari 2027 Biskitanya bisa tetap berjalan,” tegas Dedie pada awak media.
Dedie menerangkan operasional Biskita Transpakuan acap kali berhenti di awal tahun. Kondisi itu terjadi karena masuk pada fase transisi anggaran.
“Iya kalau sebelumnya kan selalu ada masa transisi anggaran. Harapannya tentu nanti kalau memungkinkan tidak ada jeda. Saya minta ke pa Kadis begitu,” ujarnya.
Berdasarkan catatan Radar Bogor, operasional Biskita Transpakuan memang sempat terhenti pada awal tahun 2026 mendatang.
Baca Juga: Liburan Seru di Jbound Geo Edu Park Bogor, Main Air, Flying Fox, hingga Belajar Sains
Meski penghentian hanya berlangsung selama empat hari, namun kondisi tersebut meresahkan warga. Sebab Biskita saat ini menjadi transportasi umum andalan mereka
Masalah serupa juga terjadi pada awal 2025 silam. Operasional Biskita Transpakuan di empat koridor mendadak berhenti.
Salah satu faktor pemicunya saat itu, adanya perubahan lembaga Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menjadi Direktorat Jendral (Ditjen) Integrasi Transportasi Multimoda.
Kondisi itu memaksa Program Buy The Service (BTS) Biskita Transpakuan Kota Bogor dihentikan sementara waktu, oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub).
Penghentian Biskita Transpakuan saat itu berlangsung cukup lama hingga empat bulan. Pada 8 April 2025 moda transportasi umum itu akhrinya kembali mengaspal.
Namun itu hanya berlaku untuk dua layanan saja, yakni Koridor K1 dengan rute, Bubulak hingga Cidangiang dan Koridor K2 Bubulak Ciawi.
Tujuh bulan berikutnya yakni pada 6 Oktober 2025, Pemkot Bogor kembali menambah dua layanan Biskita Transpakuan, yakni Koridor K 5 dan K6. (bay)
Editor : Yosep Awaludin