RADAR BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor memberikan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada para wartawan yang bertugas di Kota Bogor.
Kegiatan yang dikemas dalam program Jumat Sehat ini, menjadi bentuk apresiasi sekaligus upaya menjaga kesehatan insan pers yang setiap hari menjalankan tugas dengan mobilitas tinggi.
Kegiatan berlangsung di Markas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Kecamatan Tanah Sareal, Jumat 10 Juli 2026.
Selain pemeriksaan kesehatan, Dinkes Kota Bogor juga menyerahkan bantuan tabung oksigen untuk mendukung operasional ambulans gratis milik PWI Kota Bogor.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, mengatakan wartawan merupakan profesi yang memiliki ritme kerja padat dan tingkat aktivitas yang tinggi sehingga kondisi kesehatannya perlu mendapat perhatian secara berkala.
"Aktivitas rekan-rekan wartawan sangat dinamis. Karena itu kami ingin memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin setiap enam bulan sekali," ujar Erna.
Baca Juga: Mifan Waterpark, Taman Rekreasi Air Terbesar di Sumatera Barat dengan Tiket Masuk Mulai Rp35 Ribu
Pada kesempatan tersebut, Erna juga memaparkan perkembangan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Bogor. Menurutnya, hingga saat ini capaian program tersebut menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Barat.
Sepanjang tahun 2025, program CKG berhasil menjangkau hampir 530 ribu penduduk atau sekitar 49 persen dari total sasaran, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 36 persen.
Sementara itu, pada 2026, Pemerintah Kota Bogor menargetkan cakupan pemeriksaan kesehatan mencapai 46 persen. Hingga awal Juli 2026, realisasi program tersebut telah menyentuh 39 persen dari target yang ditetapkan.
"Target kami tahun ini sebesar 46 persen dan hingga awal Juli pencapaiannya sudah berada di angka 39 persen. Program ini terus kami perluas ke berbagai komunitas, instansi, serta seluruh lapisan masyarakat agar semakin banyak warga yang mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan," jelasnya.
Berdasarkan hasil skrining kesehatan yang telah dilakukan, Dinkes Kota Bogor mencatat tiga penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan, yakni hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas.
Erna menjelaskan, sebagian besar kasus tersebut berkaitan erat dengan pola hidup yang kurang sehat. Kebiasaan jarang berolahraga, rendahnya konsumsi buah dan sayuran, serta merokok menjadi faktor yang berkontribusi besar terhadap munculnya penyakit tersebut.
Selain itu, Dinkes Kota Bogor juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas ekstrem dan meningkatnya debu akibat aktivitas pembangunan yang berpotensi memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dehidrasi, hingga heat stroke.
Masyarakat disarankan memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi sedikitnya delapan gelas air putih setiap hari.
Penggunaan masker juga dianjurkan bagi warga yang sedang mengalami batuk atau flu untuk mencegah penularan penyakit kepada orang lain.
Dalam upaya memperluas akses layanan kesehatan, Dinkes Kota Bogor terus mengoptimalkan pelayanan Puskesmas 24 Jam yang kini telah beroperasi di enam titik, yaitu Puskesmas Bogor Tengah, Bogor Timur, Tanah Sareal, Pasir Mulya, Cipaku, serta satu puskesmas lainnya yang masih dalam tahap persiapan.
"Layanan Puskesmas 24 jam dihadirkan agar masyarakat memiliki akses kesehatan di luar jam operasional biasa sekaligus mengurangi kasus false emergency di rumah sakit. Warga dapat memperoleh pemeriksaan awal oleh dokter sehingga tidak perlu khawatir apabila membutuhkan pelayanan kesehatan pada malam hari," terang Erna.
Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor.
Menurut pria yang akrab disapa Aldho itu, perhatian terhadap kesehatan wartawan sangat penting mengingat tingginya intensitas peliputan yang dijalani setiap hari.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Kesehatan beserta seluruh jajaran atas dukungan yang diberikan. Pemeriksaan kesehatan bagi wartawan sangat bermanfaat, begitu pula bantuan tabung oksigen untuk ambulans PWI yang akan memperkuat layanan sosial kami kepada masyarakat Kota Bogor," ujar Aldho.
Ia berharap sinergi antara PWI Kota Bogor dan Dinas Kesehatan dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh insan pers, tetapi juga masyarakat luas melalui pelayanan ambulans gratis yang dikelola PWI Kota Bogor. (***)
Editor : Yosep Awaludin