RADAR BOGOR - Ribuan jemaah memadati Masjid Alumni IPB, Jalan Cidangiang, Kota Bogor, Sabtu, 11 Juli 2026. Kehadiran pendakwah muda Ustadz Koh Dennis Lim dalam Tabligh Akbar menjadi magnet utama Festival Muharam 1448 Hijriah yang tahun ini dikemas lebih dekat dengan kalangan milenial dan Generasi Z.
Festival yang berlangsung selama dua hari, 10–11 Juli 2026, itu juga dihadiri Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim. Pada kesempatan tersebut, Dedie menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba sekaligus santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim.
Dalam sambutannya, Dedie mengajak masyarakat memaknai Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan agama sejak usia dini, khususnya kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an.
"Kami menaruh perhatian besar pada pendidikan agama sejak dini, khususnya bagi anak-anak yang belum bisa baca tulis Al-Qur'an," ujar Dedie.
Baca Juga: Soal ASN Boleh Antar Anak Hari Pertama Masuk Sekolah, Wali Kota Bogor Ikut Aturan Pusat
Festival Muharam merupakan hasil kolaborasi Yayasan Masjid Alumni IPB, DPC Himpunan Alumni IPB Kota Bogor, dan Alumni Bisnis Cendekia (ABC HA IPB), dengan dukungan PT Lafirza Econex Konsultan.
Ketua Panitia Festival Muharam, Rizal Razak, mengatakan konsep kegiatan tahun ini sengaja dirancang agar dakwah lebih mudah diterima generasi muda.
Menurutnya, dakwah perlu dikemas dengan bahasa yang dekat dengan keseharian anak muda tanpa mengurangi substansi ajaran Islam. Karena itu, panitia menghadirkan Ustadz Koh Dennis Lim melalui Tabligh Akbar bertajuk Mau Sampai Kapan Aku Begini?
"Beliau memiliki gaya penyampaian yang rasional, ringan, tetapi tetap menyentuh. Kami ingin anak muda melihat bahwa masjid adalah ruang yang nyaman untuk belajar dan berdiskusi," ujar Rizal.
Selain tabligh akbar, festival juga diisi berbagai perlombaan Islami, mulai dari Dai Muda, adzan, sambung ayat Al-Qur'an, mewarnai hingga fashion show muslim-muslimah. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk melibatkan anak-anak hingga remaja.
Tak hanya fokus pada syiar, panitia juga mulai menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi generasi muda. Salah satunya dengan rencana menggelar Festival Kuliner Muslim yang akan melibatkan pelaku UMKM sekaligus memberikan pelatihan sertifikasi halal dan sertifikat penjamah makanan bagi pemuda yang ingin berkarier di bidang kuliner.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Alumni IPB, Iman Hilman, mengatakan semangat Muharam juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap anak yatim. Menurutnya, santunan tidak boleh hanya menjadi agenda tahunan, tetapi harus terus dilakukan sepanjang tahun.
Iman juga berharap Masjid Alumni IPB menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk berdiskusi, berkreasi, sekaligus memperkuat syiar Islam.
"Kami ingin remaja menjadi pelaku utama kegiatan masjid. Dengan begitu, mereka bisa membangun cara berdakwah yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam," katanya.(ded)
Editor : Eka Rahmawati