RADAR BOGOR - Di tengah pesatnya perkembangan dunia digital, seni tradisional kerap dipandang semakin terpinggirkan.
Namun, anggapan tersebut justru dipatahkan oleh Nugraha, penggiat ekonomi kreatif sekaligus pengelola akun TikTok @Kitapak Sunda Musik, yang melihat platform digital sebagai peluang besar untuk mengangkat kesejahteraan para pelaku seni tradisi.
Melalui agensi yang dikelolanya, Kitapak Sunda Musik menghadirkan sebuah gerakan yang berfokus pada pemberdayaan seniman tradisional, khususnya di wilayah Bogor.
Baca Juga: Sejumlah Bangunan SD Negeri di Nanggung Bogor Rusak, Kepala Sekolah Desak Perbaikan
Program tersebut bertujuan membantu para pelaku seni memanfaatkan fitur live streaming di berbagai media sosial (Medsos), seperti TikTok, sebagai sumber penghasilan baru sekaligus sarana memperkenalkan budaya kepada masyarakat yang lebih luas.
Membuka Peluang Baru bagi Seniman Tradisional
Selama ini banyak seniman tradisional memiliki kemampuan dan kualitas pertunjukan yang tinggi.
Namun, keterbatasan akses terhadap teknologi digital membuat karya mereka belum mampu menjangkau audiens yang lebih besar maupun menghasilkan pendapatan secara optimal.
Melihat kondisi tersebut, Kitapak Sunda Musik hadir memberikan pendampingan kepada para seniman agar mampu beradaptasi dengan perkembangan era digital.
Baca Juga: Warga Rancabungur Bogor Alami Krisis Air Bersih pada Musim Kemarau, 500 Jiwa Lebih Terdampak
Tidak hanya mengenalkan cara menggunakan platform live streaming, agensi ini juga membimbing para kreator dalam membangun interaksi dengan penonton hingga memahami peluang monetisasi yang tersedia.
Menurut Ki Goler, Pupuhu Kitapak Sunda Musik, digitalisasi bukan menjadi ancaman bagi seni tradisional, melainkan peluang untuk memperluas eksistensi budaya lokal.
"Seni tradisi kita sangat kaya. Melalui live streaming di TikTok, kita bukan hanya memperkenalkan budaya, tetapi juga membuka ruang bagi para seniman untuk memperoleh penghasilan yang layak dari karya mereka secara mandiri," ujar Ki Goler, Pupuhu Kitapak Sunda Musik.
Menggabungkan Budaya dan Teknologi
Transformasi ini menjadi langkah strategis agar seni tradisional tetap relevan di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin akrab dengan media digital.
Melalui konten siaran langsung, para seniman tidak hanya mempertahankan warisan budaya, tetapi juga mampu menjangkau penonton lintas daerah bahkan mancanegara.
Baca Juga: Dekranasda Kota Bogor Perkuat Kolaborasi Pengembangan Kriya pada Momen HUT ke-46 Dekranas
Model pemberdayaan yang dikembangkan Kitapak Sunda Musik menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi.
Dengan memanfaatkan media sosial sebagai panggung baru, para pelaku seni tradisi memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa meninggalkan identitas budaya yang mereka miliki.
Komitmen Mengangkat Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya
Kitapak Sunda Musik berharap, semakin banyak seniman tradisional yang berani memanfaatkan platform digital sebagai media berkarya sekaligus memperoleh penghasilan.
Baca Juga: Dennis Lim Ramaikan Festival Muharam di Bogor, Masjid Alumni IPB Dekati Gen Z
Langkah ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi kreator budaya yang tidak hanya menjaga kelestarian seni tradisi, tetapi juga mampu bersaing di era ekonomi digital.
Melalui kolaborasi antara budaya dan teknologi, Kitapak Sunda Musik optimistis seni tradisional dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim