Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Suhu di Bogor Terasa Lebih Dingin dalam Beberapa Hari Terakhir, Begini Penjelasan BMKG

Reka Faturachman • Senin, 13 Juli 2026 | 15:53 WIB
Pengerjaan Lawang Salapan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor.(Dzikri/Radar Bogor)
Ilustrasi: Suasana Kota Bogor. BMKG menyampaikan terkait kondisi suhu di Bogor.(Dzikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Beberapa hari terakhir suhu di Bogor terasa lebih dingin. Terutama di pagi hari. Padahal, wilayah Jawa Barat tengah dilanda musim kemarau.

Ketua Tim Diseminasi dan Layanan Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Amrya Khaerima menjelaskan kondisi itu disebabkan fenomena bediding.

Amrya menjelaskan bediding merupakan fenomena klimatologis yang wajar dan umum terjadi setiap tahunnya saat memasuki puncak musim kemarau.

Karakteristik utama dari fenomena ini adalah adanya perbedaan atau kontras suhu yang sangat mencolok: udara akan terasa sangat dingin dari malam hingga pagi hari, namun di siang hari cuaca akan terasa terik menyengat.

Baca Juga: UKTNas dan Tradisi PPS Betako Merpati Putih 2026 Resmi Dibuka Letjen TNI Mohamad Hasan, Cetak Pesilat Tangguh

Perubahan suhu yang lebih dingin dalam beberapa hari terakhir ini disebabkan oleh dua faktor meteorologis. Pertama, saat ini wilayah Jawa, termasuk Bogor, sedang berada di tengah puncak musim kemarau. 

“Kondisi ini memicu menguatnya Angin Monsun Australia yang bertiup membawa massa udara kering dan dingin dari benua Australia yang sedang mengalami musim dingin menuju wilayah Indonesia,” jelasnya kepada Radar Bogor, Senin, 13 Juli 2026.

Faktor kedua adalah minimnya tutupan awan (langit cerah) di malam hari. Tanpa adanya awan yang berfungsi sebagai 'selimut' bumi, radiasi panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari langsung terlepas secara maksimal ke atmosfer pada malam hari, sehingga memicu penurunan suhu udara secara drastis menjelang dini hari.

Berdasarkan data pengamatan aktual instrumen cuaca kami di pos AAWS Dramaga dari rentang tanggal 1 hingga 12 Juli 2026, suhu udara minimum terendah di Bogor tercatat mencapai 19,04°C. Suhu minimum ekstrem ini terjadi pada tanggal 9 Juli dan tanggal 10 Juli malam hingga dini hari. 

“Secara umum, sepanjang awal hingga pertengahan Juli ini, rata-rata suhu minimum harian di Bogor konsisten berada di kisaran 19°C hingga 22°C, di mana penurunan suhu mulai terasa menjelang tengah malam dan dini hari,” bebernya.

Sementara itu, rasa terik yang menyengat di siang hari juga merupakan dampak langsung dari karakteristik musim kemarau. Karena tutupan awan di langit sangat minim atau bahkan tidak ada sama sekali, radiasi sinar matahari langsung mengenai permukaan bumi tanpa adanya penghalang. 

“Selain itu, tingkat kelembapan udara yang rendah (udara cenderung kering) membuat uap air di atmosfer sangat sedikit. Karena uap air berkurang, tidak ada yang menyerap atau membaurkan panas matahari di udara, sehingga intensitas energi panas yang kita rasakan di permukaan bumi pada siang hari menjadi jauh lebih maksimal,” jelas Amrya. (fat)

Editor : Eka Rahmawati
dingin bogor cuaca bmkg