Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Koperasi Konsumen Karyawan RSUD Kota Bogor Raih Penghargaan, Perkuat Pinjaman Sosial Tanpa Bunga

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 13 Juli 2026 | 19:22 WIB
Koperasi Konsumen Karyawan RSUD Kota Bogor menerima penghargaan di Balai Kota Bogor. (Dok. RSUD Kota Bogor)
Koperasi Konsumen Karyawan RSUD Kota Bogor menerima penghargaan di Balai Kota Bogor. (Dok. RSUD Kota Bogor)

RADAR BOGOR – Koperasi Konsumen Karyawan RSUD Kota Bogor meraih penghargaan dari Dekopinda bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, Minggu, 12 Juli 2026.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi atas dedikasi, kinerja, kolaborasi, serta kiprah koperasi dalam mendukung perkembangan perkoperasian di Kota Bogor.

Ketua Koperasi Konsumen Karyawan RSUD Kota Bogor, dr Yeti Hariyati mengatakan, penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi koperasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada seluruh anggotanya.

"Pada Hari Koperasi Nasional kemarin kami mendapat anugerah atau apresiasi terbaik, kalau tidak salah ada 9 koperasi se Kota Bogor yang menerima penghargaan dari Dekopinda Kota Bogor," ujar Yeti, Senin, 13 Juli 2026.

Baca Juga: Viral Eks Plaza Bogor Dijadikan Lahan Parkir, Wakil Wali Kota Bilang Begini

Menurutnya, penghargaan tersebut juga menjadi pengingat bagi koperasi untuk terus mempertahankan sejumlah aspek yang menjadi penilaian Dekopinda.

"Kami menyadari ada beberapa poin penilaian, mulai dari dedikasi, kinerja, kolaborasi, hingga kiprah nyata dalam dunia perkoperasian. Itu yang ingin terus kami tingkatkan," jelas Yeti.

Salah satu program unggulan yang saat ini terus dikembangkan yakni simpan pinjam SMART, program tersebut memberikan pinjaman sosial tanpa bunga maupun margin kepada anggota yang membutuhkan.

Yeti menjelaskan, pinjaman itu diprioritaskan untuk kebutuhan pendidikan anak, kondisi darurat, hingga membantu anggota yang terjerat pinjaman online.

"Biasanya kami khususkan untuk pendidikan anak sekolah, kebutuhan darurat, termasuk juga kasus-kasus pinjaman online, nilainya bisa sampai sekitar Rp40 juta, tetapi melalui proses skrining yang benar agar tidak digunakan untuk kebutuhan konsumtif," terangnya.

Meski bukan koperasi berbasis syariah, Yeti menyebut seluruh pengurus dan anggota memiliki komitmen menjalankan sistem pinjaman sosial tanpa bunga.

"Kami berharap kegiatan simpan pinjam SMART ini bisa terus berkembang dan lebih baik, walaupun kami bukan koperasi syariah, tetapi kami berkomitmen menjalankan simpan pinjam sosial tanpa bunga dan tanpa margin," bebernya.

Selain layanan simpan pinjam, koperasi juga terus mendorong peningkatan kesejahteraan anggota melalui berbagai unit usaha yang dikelola bersama.

Ia menyebut kantin hingga kafe di lingkungan RSUD Kota Bogor dimanfaatkan sebagai wadah bagi anggota untuk memasarkan produknya.

"Anggota datang sekaligus membawa barang dagangannya, jadi benar-benar menggerakkan ekonomi anggota," katanya.

Saat ini Koperasi Konsumen Karyawan RSUD Kota Bogor memiliki 928 anggota aktif dari total 1.141 anggota yang pernah terdaftar.

Yeti menambahkan, perkembangan koperasi juga tercermin dari peningkatan sisa hasil usaha (SHU) yang terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.

"Dari awal tahun 2022 SHU baru sekitar Rp42 juta, alhamdulillah sekarang pada 2026 sudah meningkat berkali-kali lipat, harapannya koperasi semakin maju, lebih baik, dan menjadi solusi bagi anggota dalam mengatasi persoalan keuangan," ujarnya.

Puncak peringatan Hari Koperasi Nasional tingkat Kota Bogor memang turut berlangsung di Plaza Balai Kota Bogor pada, Minggu, 12 Juli 2026 kemarin.

Luncurkan Website Dekopinda dan SIMAKXCEL

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim turut meluncurkan website dan media sosial Dekopinda Kota Bogor serta aplikasi keuangan koperasi SIMAKXCEL.

Peluncuran tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mendorong transformasi digital tata kelola koperasi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Dekopinda, dan seluruh gerakan koperasi di Kota Bogor.

Dedie mengatakan pihaknya memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kebijakan dan dukungan yang mampu mendorong koperasi tumbuh semakin kuat, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Pemerintah daerah harus ikut membangun perkoperasian, salah satunya melalui dukungan kepada Dekopinda dan koperasi, baik dari sisi kebijakan, anggaran, maupun memastikan adanya sinergi dan kolaborasi, Kota Bogor konsisten melaksanakan berbagai langkah nyata agar koperasi terus maju dan berkembang,” ujar Dedie.

Ia menuturkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah membangun kesadaran masyarakat bahwa koperasi merupakan salah satu sokoguru perekonomian bangsa yang mampu memberikan manfaat bagi anggotanya maupun masyarakat luas.

Dedie menyampaikan bahwa Pemkot Bogor terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemanfaatan teknologi digital agar tata kelola koperasi semakin efektif, transparan, dan mudah diakses.

Melalui peluncuran website Dekopinda dan aplikasi SIMAKXCEL, diharapkan aplikasi ini dapat menjadi sarana informasi, edukasi, sekaligus mempermudah pengelolaan administrasi dan keuangan koperasi.

“Saya sangat senang, karena sekarang sudah ada website Dekopinda yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi tentang koperasi, kami juga meluncurkan SIMAKXCEL sebagai aplikasi yang memudahkan tata kelola koperasi, sehingga administrasi, pelaporan keuangan, hingga pelaksanaan RAT bisa dilakukan dengan lebih mudah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bogor, Ade Syarif Hidayat mengatakan rangkaian peringatan Harkopnas ke-79 di Kota Bogor sudah dimulai sejak kemarin. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
RSUD Kota Bogor pinjaman koperasi