Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Debit Sungai Ciliwung Menyusut Imbas Musim Kemarau, Bendung Katulampa Bogor Kering

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 15 Juli 2026 | 20:38 WIB
Tinggi muka air Bendung Katulampa menyentuh 0 centimeter, Rabu, 15 Juli 2026. Surutnya debit Ciliwung membuat bebatuan dasar sungai terlihat jelas. (Fikri/Radar Bogor)
Tinggi muka air Bendung Katulampa menyentuh 0 centimeter, Rabu, 15 Juli 2026. Surutnya debit Ciliwung membuat bebatuan dasar sungai terlihat jelas. (Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Musim kemarau mulai berdampak pada kondisi aliran Sungai Ciliwung di Kota Bogor. Tinggi muka air (TMA) Bendung Katulampa mengalami penyusutan hingga menyentuh angka 0 sentimeter.

Berdasarkan pantauan Radar Bogor pada Rabu, 15 Juli 2026 menunjukkan kondisi Bendung Katulampa dalam keadaan surut. Debit air yang menurun membuat dasar sungai terlihat jelas, termasuk bebatuan yang selama ini berada di bawah permukaan air.

Sejumlah anak bahkan terlihat memanfaatkan kondisi tersebut untuk bermain di area sungai yang biasanya terendam air.

Petugas Bendung Katulampa, Muhammad Alwan mengatakan, kondisi TMA 0 sentimeter terjadi sejak Selasa malam. Sebelumnya, tinggi muka air masih berada di angka 10 sentimeter.

Baca Juga: Warga Bogor Merapat, Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026 di Balai Kota Gratis

“Untuk sekarang Bendung Katulampa mulai surut, TMA 0 sentimeter. Untuk irigasi masih normal,” kata Alwan.

Ia menjelaskan, kondisi TMA 0 sentimeter sebenarnya sudah beberapa kali terjadi dalam beberapa hari terakhir. Namun, penurunannya biasanya hanya berlangsung sementara sebelum kembali naik.

“Beberapa hari memang pernah 0, cuma satu sampai dua jam, terus 10 lagi, 0 lagi begitu,” ujarnya.

Menurut Alwan, kondisi tersebut masih tergolong normal dan belum berdampak pada sistem irigasi. Namun, beberapa wilayah di bagian hulu mulai mengalami dampak musim kemarau, terutama pada ketersediaan air tanah.

“Sebagian besar mungkin yang di atas sana ada banyak sumur warga yang kekeringan. Kalau di sini untuk kondisi irigasi masih aman, cuma TMA Ciliwungnya kosong,” jelasnya.

Ia menyebut, berdasarkan perkiraan cuaca, potensi peningkatan debit air dalam waktu dekat masih bergantung pada kondisi hujan. Saat ini, cuaca diperkirakan masih didominasi kondisi cerah dan berawan.

“Untuk prediksi sementara, bulan-bulan sekarang BMKG belum ada curah hujan tinggi. Rata-rata cerah sama berawan,” tuturnya.

Meski debit air menurun, Alwan mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah hilir maupun bantaran Sungai Ciliwung tetap waspada. Sebab, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah yang dapat meningkatkan debit air secara tiba-tiba.

“Kepada warga masyarakat yang ada di hilir bantaran Kali Ciliwung, tetap siaga dan waspada saja. Saat hujan, ada beberapa wilayah yang berpotensi hujan,” pungkasnya.(uma)

Editor : Eka Rahmawati
bogor sungai ciliwung bendung katulampa kemarau