RADAR BOGOR - Peremajaan angkot tua terancam ditunda. Kondisi ini dipicu akibat ulah sopir angkot yang masih nekat mengaspal meski sudah terjaring razia.
Seperti diketahui, sopir angkot tua punya banyak akal untuk tetap bisa mengaspal. Salah satunya dengan menambal coretan ‘Angkot Tidak Laik Jalan’ dengan skotlet atau stiker.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan pemerintah sebetulnya sudah berencana untuk kembali melakukan program peremajaan angkot tua.
“Sebelum yang habis (Batas Usia Teknis) menyerahkan dokumen, tidak mentaati aturan, peremajaan akan ditunda, karena itikad baik mereka aja begitu,” tegas Jenal.
Jenal menjelaskan penerapan batas usia teknis angkot bukan kehendak perorangan atau lembaga. Kebijakan ini sudah diatur oleh Perda dan Perwali.
“Saya harap semua bisa sama-sama mematuhi aturan dan regulasi. Pa Wali, saya, Dishub hanya menjalankan aturan, bukan kehendak pribadi semata,” ujarnya.
Baca Juga: Hadapi Bonus Demografi, SMK Maung Jabar Kolaborasi dengan Industri Cetak SDM Siap Kerja
Penerapan batas usia teknis disebut Jenal bukan hanya di Kota Bogor saja. Di Bandung bahkan angkot yang diperbolehkan mengaspal harus 15 tahun.
“Bandung bahkan, angkot itu cuma 15 tahun. Mereka tegas dan berkoordinasi dengan APH, TNI, Polri, dalam melakukan operasi razia gabungan,” ucap Jenal
Oleh karena itu, personel Dishub diminta untuk tetap semangat dalam merazia angkot yang sudah melanggar aturan batas usia teknis 20 tahun.
“Saya rasa teman-teman Dishub bisa terus semangat. Karena faktanya yang sudah dicabut dokumen dan diberi tanda, saya masih suka bertemu,” terang Jenal.
Sementara itu Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Doddy Wahyudin mengungkapkan sebanyak 313 dari 1.780 angkot sudah dicabut trayeknya.
Mereka diberi waktu hingga enam bulan kedepan untuk mengikuti program peremajaan. Sampai saat ini, baru ada dua orang yang mendaftar.
“Kami berikan keringanan berupa peremejaan. Saat ini baru ada dua orang yang mengajukan peremajaan kepada kami,” terang Doddy.
Baca Juga: Perpustakaan Gasibu Bertransformasi jadi Digital, Pemprov Jabar Siapkan Layanan Keliling
Program peremajaan angkot tua ini juga rupanya menemukan kendala. Para sopir disebut Doddy banyak yang mengeluh karena tidak sanggung secara finansial.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemilik atau sopir angkot. Mereka masih mencari modal usaha, khususnya terkait angkutan untuk peremajaan,” ucapnya.
Dishub saat ini tengah menjajaki beberapa perbankan agar bisa mendapat skema kredit yang ringan. Namun syaratnya bi checkingnya mesti bagus.
“Hasil evaluasi kemarin. Rata-rata bi chackingnya kurang bagus. Kami sudah berupaya mencari perbankan dengan kredit ringan,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin