Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

15 Pejabat Pemkot Bogor Direshuffle, Ini Pesan Khusus Dedie Rachim

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 17 Juli 2026 | 09:48 WIB
Pelantikan 15 Pejabat Administratid dan Pengawas Pemkot Bogor. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)
Pelantikan 15 Pejabat Administratid dan Pengawas Pemkot Bogor. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Pergantian pejabat di lingkungan Pemkot Bogor kembali dilakukan. Kali ini menyasar pada Pejabat Administrator dan Pengawas.

Sebanyak 15 pejabat yang mengisi kursi tersebut resmi dilantik pada, Jumat 17 Juli 2026. Pelantikan dipimpin langsung Wali Kota Bogor Dedie Rachim.

Dedie menerangkan, rotasi pejabat sudah hal lumrah. Baginya tidak mungkin seseorang, menjabat diposisi yang sama, selama beberapa tahun.

“Orang kan tidak mungkin 7 atau 6 tahun diposisi yang sama, tidak mungkin. Jadi memang harus muter, masih ada yang kosong, itu masih proses,” jelas Dedie.

Dari 15 pejabat yang dilantik, satu diantaranya mengisi posisi penting di Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Khusus untuk BKAD, Dedie meminta agar mereka melakukan akselerasi dalam penggunaan Aplikasi Simasda yang baru dilaunching beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Polemik Putusan PTUN, Pemkab Bogor Pastikan Patuh, Minta Klarifikasi Surat Sanksi Administratif

“Bantu saya, pa Sekda untuk melihat, memonitor, seberapa besar aset daerah ini sudah termanfaatkan dengan baik,” jelas Dedie pada awak media.

Aset Kota Bogor disebut Dedie cukup banyak, bahkan jumlahnya hampir ribuan. Maka pengelolaannya harus tersistem dan terdigitalisasi.

“Kalau dengan Simasda itu nanti kelihatan, mana aset yang strategis dan belum disertivikasi, aset kita ada ribuan, mangkannya harus tersistem,” ujar Dedie.

Pesan berikutnya ditujukan untuk pejabat di DLH. Dedie meminta agar mereka ikut mengawal persiapan, hingga pembangunan PSEL Bogor Raya.

“Karena ada kaitan dengan pemerintah pusat, Danantara, PLN, kemudian pelaksana kegiatan, satu di Galuga satu lagi di Kayumanis,” ucapnya

Lewat dua proyek PSEL itu Kota Bogor akan mengelola ribuan ton sampah per hari. Oleh karenanya, semua prosesnya harus di manaj dengan optimal. 

“Jadi dengan total jumlah kurang lebih 2.500 ton sampah perhari, yang harus diserap, maka tentu, tata kelola, manajemennya juga harus baik,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
pejabat Dedie Rachim pemkot bogor