RADAR BOGOR - Musim kemarau mulai melanda Kota Bogor. Salah satu penyakit yang mesti diwaspadai saat cuaca panas ekstrem ini adalah Heat Stroke.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Erna Nuraena menjelaskan Heat Stroke adalah kondisi gawat darurat ketika suhu tubuh berada di atas 40 derajat.
“Hal ini dapat menyebabkan gangguan kesadaran seperti bingung, kejang, atau pingsan. Kondisi ini dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani,” jelas Erna.
Heat Stroke disebut Erna berbeda dengan demam karna infeksi. Penyakit ini biasanya terjadi imbas aktifitas fisik di lingkungan panas yang tidak segera diatasi.
Baca Juga: Data Warga Calon Penerima Bansos Kota Bogor Akan Dicek Ulang, Dinsos Sasar 96 Ribu KPM
“Karena itu, Heat Stroke termasuk kegawatdaruratan medis yang memerlukan
penanganan segera di fasilitas kesehatan,” ujar Erna pada Radar Bogor.
Kelompok yang palinh rentan Heat Stroke adalah anak-anak, lansia, ibu hamil dan kelompok masyarakat yang menderita penyakit kronis.
Resiko lebih tinggi bisa menyasar kepada para pekerja lapangan. Erna mencontohkan PKL tukang parkir, dan pengemudi yang banyak terpapar panas matahari.
“Warga yang beraktivitas lama di bawah terik matahari juga perlu meningkatkan
kewaspadaan,” terang Erna pada Radar Bogor Jumat, 17 Juli 2026.
Erna mengungkapkan terdapat beberapa gejala Heat Stroke yang wajib diwaspadai. Misalnya suhu tubuh mendadak tinggi, kulit terasa panas, sakit kepala, hingga mual.
“Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami jantung berdebar,
napas cepat, kebingungan, bicara tidak jelas, perubahan perilaku,” beber Erna.
Jika gejala tersebut sudah dirasakan, warga diimbau untuk segera mendatangi medis, guna mendapat pertolongan dan penanganan lebih cepat.
Guna menghindari Heat Stroke warga juga dianjurkan untuk tidak melakukan aktifitas di luar ruangan saat matahari berada percis di atas kepala.
“Terutama sekitar pukul 10.00 sampai 16.00, dan memilih waktu pagi atau sore untuk beraktivitas. Gunakan pakaian yang longgar, bawa topi atau payung,” ucapnya.
Dalam kondisi panas ekstrem ini, warga diperlukan banyak mengkonsumsi air putih. Saat bekerja di luar lapangan, penting untuk istirahat berkala di tempat yang sejuk
“Jika ada warga yang diduga mengalami Heat Stroke, segera pindahkan ke tempat yang sejuk atau teduh dan jauhkan dari paparan matahari langsung,” pungkasnya (bay)
Editor : Eka Rahmawati