Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

5.000 Warga Diteliti, Pola Hidup Tak Sehat Bikin Risiko Penyakit Kronis di Kota Bogor Meningkat

Fikri Rahmat Utama • Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:33 WIB
Kegiatan Gerak Sehat Prolanis di Taman Lansia. Foto: Humas Pemkot Bogor for Radar Bogor
Kegiatan Gerak Sehat Prolanis di Taman Lansia. Foto: Humas Pemkot Bogor for Radar Bogor

RADAR BOGOR – Tingginya konsumsi makanan dan minuman manis serta minimnya aktivitas fisik masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat di Kota Bogor. Kebiasaan menerapkan pola hidup tidak sehat tersebut dinilai meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Temuan pola hidup dan penyebab penyakit kronis itu mengacu pada penelitian Kementerian Kesehatan yang melibatkan sekitar 5.000 responden di Kota Bogor. Kondisi serupa juga tercermin dari hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Pemerintah Kota Bogor sejak 2025.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, hasil CKG yang telah menjangkau lebih dari separuh penduduk menunjukkan masih banyak warga yang kurang aktif bergerak dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Layanan, RSUD R. Moh. Noh Nur Latih Lebih dari 1.000 SDM Jelang Akreditasi

Menurutnya, fakta tersebut menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas kesehatan tidak hanya bergantung pada layanan medis, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat.

"Ini memang fakta data kesehatan. Upaya perbaikan harus terus dilakukan, tetapi juga harus muncul kesadaran masyarakat untuk mulai membiasakan diri bergerak," ujarnya saat menghadiri kegiatan Gerak Sehat Prolanis di Taman Lansia, Sabtu, 18 Juli 2026.

Dedie menambahkan, angka harapan hidup masyarakat Kota Bogor saat ini mencapai 76,24 tahun. Capaian tersebut diharapkan dapat diimbangi dengan kualitas kesehatan yang lebih baik melalui olahraga rutin dan pola hidup sehat.

Baca Juga: ICMI Orda Kota Bogor Bentuk Kepengurusan Baru, Siap Lanjutkan Program Almarhum Ketua

Ia mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, senam, maupun olahraga lainnya, sebagai langkah sederhana untuk menekan risiko penyakit kronis sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Bogor, Jayadi, menjelaskan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) difokuskan pada pengendalian diabetes melitus dan hipertensi, karena keduanya berpotensi menimbulkan komplikasi serius, termasuk gagal ginjal yang berujung pada kebutuhan cuci darah.

Selain pengobatan, kata dia, aktivitas fisik secara rutin menjadi bagian penting dalam pengendalian penyakit.

Baca Juga: Pria 63 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah Kosong Bogor, Polisi Selidiki Penyebabnya

Salah satu metode yang diterapkan adalah pola jalan 3-3-5, yakni berjalan lambat selama tiga menit, dilanjutkan jalan cepat tiga menit, dan diulang sebanyak lima putaran.

Melalui kebiasaan tersebut, diharapkan kondisi fisik masyarakat semakin baik, risiko penyakit kronis dapat ditekan, serta ketergantungan terhadap obat-obatan berkurang.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
penyakit kronis bogor pola hidup