RADAR BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menghadirkan sembilan klaster pelayanan bagi masyarakat dalam puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 yang digelar di Kampung Bebek, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Sabtu, 18 Juli 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai bentuk sinergi dalam memberikan layanan langsung kepada warga.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan kolaborasi lintas perangkat daerah menjadi kekuatan utama dalam penyelenggaraan Harganas tahun ini. Sekitar 1.000 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi dengan beragam layanan sesuai kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: BROS Academy Genap Setahun, Kini Bina 74 Atlet Sepatu Roda di Kota Bogor
"Ini kolaborasi berbagai OPD, masyarakat, kita bergabung bersama kurang lebih sekitar 1.000 peserta. Ada klaster-klaster di sini yang cukup positif, seperti dapur gizi stunting, pemberian sembako untuk Keluarga Risiko Stunting (KRS), dan klaster lansia," ujar Jenal Mutaqin dalam keterangannya di laman resmi Pemerintah Kota Bogor.
Selain itu, terdapat pula klaster Gerakan Ayah Tangguh Indonesia (GATI) yang melibatkan para ayah dalam menyiapkan sekitar seribu porsi makanan untuk anak-anak sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi keluarga.
Menurut Jenal Mutaqin, peringatan Hari Keluarga Nasional tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.
"Keluarga yang kompak dan solid, merupakan sebuah fondasi dan modal untuk kemaslahatan di masa yang akan datang. Mulai dari anak-anak yang harus kita didik sebaik mungkin," ucapnya.
Puncak Harganas 2026 di Kota Bogor digagas oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) bersama sejumlah perangkat daerah melalui sembilan klaster pelayanan yang menyasar berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Klaster peduli lansia diisi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos), sedangkan layanan administrasi kependudukan diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Sementara itu, DPPKB menangani klaster yang berfokus pada upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Layanan lainnya meliputi klaster peduli hunian yang dikelola Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim), klaster peduli lingkungan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama BPBD, serta klaster peduli pendidikan dan remaja yang menjadi tanggung jawab Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).
Adapun tiga klaster lainnya terdiri atas Gerakan Ayah Teladan yang diinisiasi DPPKB, klaster peduli ekonomi keluarga yang dilaksanakan Dinas Sosial bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), serta klaster Dapur Berbagi yang diprakarsai DPPKB dengan dukungan fasilitasi dari BPBD Kota Bogor.
Editor : Eka Rahmawati