RADAR BOGOR - Bank Kota Bogor menggelar sosialisasi literasi keuangan dan program Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) bagi puluhan orang tua dan wali murid SDN Ciluar 3, Kota Bogor, Senin 20 Juli 2026.
Kegiatan yang digelar Bank Kota Bogor bertepatan dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) itu bertujuan menanamkan kebiasaan menabung sejak kecil.
Kepala Kantor Kas Balaikota Bank Kota Bogor, Akhirianto Soedewo, mengatakan orang tua memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan mengelola keuangan anak.
Karena itu, edukasi literasi keuangan sengaja diberikan kepada para wali murid sejak awal tahun ajaran.
"Strategi dalam kegiatan MPLS ini ditujukan kepada orang tua siswa untuk memulai kebiasaan menabung. Kegiatan menabung ini disiapkan untuk kebutuhan siswa ke depannya dan menghindarkan mereka dari kebiasaan boros," ujarnya.
Menurut Akhirianto, budaya menabung saat ini mulai memudar karena pola konsumsi masyarakat berubah.
Baca Juga: Kebakaran Gudang Sparepart Motor di Tajur Halang Bogor, Pemilik Merugi Rp500 Juta
Anak-anak lebih sering membelanjakan uang saku untuk jajan maupun berbelanja secara daring dibanding menyisihkannya untuk ditabung.
Melalui program SimPel, Bank Kota Bogor mengajak sekolah membiasakan siswa menabung setiap pekan.
Petugas bank akan mendatangi sekolah untuk menerima setoran tabungan, sedangkan mobil kas hadir sebulan sekali agar siswa dapat merasakan pengalaman menabung langsung layaknya di kantor bank.
"Anak-anak belajar mengantri dan menabung sendiri secara langsung. Ini juga menjadi simulasi bagaimana proses menabung di bank," katanya.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan SDN Ciluar 3 telah berlangsung selama tiga tahun.
Program serupa juga dijalankan di sejumlah sekolah dasar lain di Kota Bogor sebagai upaya memperluas literasi keuangan sejak usia dini.
Kepala SDN Ciluar 3 Bogor, Euis Sulistyo Waty, mengatakan pembiasaan menabung menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah.
Menurutnya, anak-anak perlu diajarkan mengelola uang sejak dini agar mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
"Saya bekerja sama dengan Bank Kota Bogor mempunyai niat dan tujuan, terutama untuk anak-anak, bagaimana mereka diajarkan menata keuangannya dan menabung sejak usia dini agar memahami literasi keuangan demi masa depan mereka," ucapnya.
Euis menyebut antusiasme siswa mengikuti program tabungan cukup tinggi. Hingga kini, lebih dari 200 siswa telah memiliki tabungan di Bank Kota Bogor dari total sekitar 400 siswa yang bersekolah di SDN Ciluar 3.
Baca Juga: Bekerja Kurang dari 340 Menit, TPP ASN di Kota Bogor Bakal Dipotong
Ia menambahkan, setiap hari Rabu saat mobil kas Bank Kota Bogor datang ke sekolah, para siswa mengantre untuk menyetorkan tabungan mereka.
Kegiatan tersebut sekaligus melatih kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab dalam mengelola keuangan.
Euis berharap kebiasaan menabung tidak berhenti sebagai rutinitas di sekolah, tetapi menjadi budaya yang terus dilakukan hingga dewasa.
Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi kunci agar pendidikan literasi keuangan yang diberikan di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Menabung bukan sekadar kebiasaan sementara, melainkan budaya untuk mereka menata masa depan. Pendidikan bukan hanya pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga pembiasaan," pungkasnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin