RADAR BOGOR – Status 100 persen Open Defecation Free (ODF) yang telah diraih oleh Kota Bogor sejak 2023 terus dipertahankan.
Di saat yang sama, akses sanitasi aman bagi masyarakat Kota Bogor juga terus diperluas melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Erna Nuraena mengatakan, mempertahankan status ODF menjadi komitmen yang harus dijaga secara konsisten.
Hal itu bisa dilakukan melalui penguatan perilaku hidup bersih dan sehat serta peningkatan kualitas sarana sanitasi rumah tangga.
"Status ODF harus dijaga secara konsisten. Tidak hanya mempertahankan capaian, tetapi juga meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat menuju sanitasi aman," ujar Erna.
Hingga Mei 2026, penanganan rumah tangga yang sebelumnya masih buang air besar sembarangan (BABS) tertutup terus menunjukkan perkembangan.
Baca Juga: Bank Kota Bogor Ajak Orang Tua Siswa SDN Ciluar 3 Siapkan Tabungan Pendidikan Anak
Dari target 35.884 rumah, sebanyak 16.975 rumah atau 47,3 persen telah ditangani.
Meski begitu, masih terdapat 18.909 rumah atau 20.815 kepala keluarga yang belum memiliki septik tank. Rumah-rumah tersebut tersebar di 59 kelurahan.
Selain itu, sebanyak 42.207 kepala keluarga masih menggunakan sarana sanitasi yang belum layak, seperti cubluk. Kondisi tersebut membuat peningkatan sanitasi aman masih menjadi pekerjaan rumah.
Erna menjelaskan, upaya tersebut dilakukan melalui implementasi lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Mulai dari stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun.
“Kemudian pengamanan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga pengelolaan limbah cair rumah tangga,” bebernya
Saat ini, sembilan kelurahan telah berhasil menuntaskan persoalan BABS. Masing-masing yakni Kelurahan Rancamaya, Pabaton, Bojongkerta, Tajur, Cibadak, Bondongan, Kayumanis, Kencana, dan Mekarwangi.
Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dan berbasis data. Dinkes memperbarui data STBM setiap tahun melalui Aplikasi Rasajaga.
Surveilans lapangan juga dilakukan oleh tenaga sanitasi lingkungan puskesmas bersama kelurahan dan kader, disertai kegiatan pemicuan STBM di seluruh kelurahan.
Baca Juga: Kebakaran Gudang Sparepart Motor di Tajur Halang Bogor, Pemilik Merugi Rp500 Juta
Di sisi lain, kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. Dinkes menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Permukiman, Perumda Tirta Pakuan, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta berbagai mitra pembangunan.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai program, seperti pemicuan STBM, Gerobak Sae Pisan, edukasi air minum aman, hingga layanan lumpur tinja terjadwal (L2T2).
Pemerintah juga terus mendorong penyedotan tangki septik secara berkala, terutama bagi tangki septik yang belum disedot selama lebih dari lima tahun.
"Melalui kolaborasi ini kami berharap status ODF tetap terjaga dan masyarakat semakin sadar pentingnya sanitasi yang aman. Dengan begitu Kota Bogor akan semakin sehat, bersih, dan nyaman," pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin