RADAR BOGOR - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor terbilang cukup positif, memasuki triwulan ketiga capaiannya sudah tembus Rp666 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Abdul Wahid mengungkapkan target PAD yang dicapai hingga akhir tahun nanti yakni Rp1,7 triliun dan ini akumulasi antara pajak serta retribusi.
“Kalau murni pajak itu Rp1,2 trilun targetnya, tapi kalau ditambah retribusi Rp1,7 triliun, saat ini realisasinya sudah mencapai Rp666 miliar,” beber Wahid.
Penyumbang PAD paling dominan datang dari sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), seperti kafe atau restaurant yang beroperasi di Kota Bogor.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Ingatkan Orang Tua Batasi Gawai pada Anak, Ini Alasannya
Berdasarkan catatan Bappenda pajak dari restaurant atau kafe yang sudah terkumpul sebanyak Rp147 miliar sedangkan targetnya Rp223 miliar.
“PBB sudah 78 persen, kemudian pajak air tanah 94,38 persen, kalau yang lainnya di angka rata-rata 55 persen ada yang 60 persen bervariasi,” ungkap Wahid.
Capaian ini didapat bukan tanpa sebab, Bapenda telah merancang strategi untuk menggenjot PAD yang akan terus dikejar hingga akhir tahun mendatang.
Salah satu strateginya dengan melakukan pendekatan kepada pemerintah di wilayah dan ini upaya Bapenda untuk menggenjot PAD disektor Pajak Bumi Bangunan (PBB).
"Kami libatkan semua unsur kewilayahan baik Camat, Lurah, Kasi Pem, Rw hingga di tingkat RT dalam penagihan pajak terutang PBB P2,” ujar Wahid.
Berikutnya Bapenda terus menggencarkan program One Day Services (ODS) dalam menjaring wajib pajak yang sudah memasang reklame tapi belum berizin.
“Terkait wajib pajak di bidang hotel atau resto kami melibatkan Kejaksaan Negeri Kota Bogor, untuk melakukan pemanggilan kepada mereka yang menunggak,” ujarnya.
Langkah kolaborasi juga dilakukan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) incomer, seperti Dinas Perhubungan dan PDAM.
“Tujuannya supaya mengoptimalkan retribusi daerah yang juga bagian dari PAD Kota Bogor, jadi kita bisa saling menguatkan satu sama lain,” ucapnya.
Wahid berpesan kepada seluruh warga Kota Bogor untuk ikut aktif dalam meningkatkan PAD ini, salah satunya dengan rajin membayar PBB-P2.
“Apalagi sebentar lagi PBB-P2 di tanggal 31 Agustus sudah habis masa pembayarannya, kami mengajak kepada warga untuk segera membayar,” pungkasnya (bay)
Editor : Eka Rahmawati