RADAR BOGOR - Ratusan siswa diajak bebersih Alun-Alun Kota Bogor, Selasa 21 Juli 2026. Kegiatan ini bagian dari rangkaian Aksi Ekologi MPLS Pancawaluya.
Pantauan di lokasi, siswa tampak antusias mengikuti Aksi Ekologi MPLS Pancawaluya.
Mereka mengenakan pakaian olahraga. Meski berasal dari sekolah yang berbeda, para siswa terlihat kompak.
Setiap sudut Alun-Alun Kota Bogor tak luput dari pantauan. Sampah yang sudah dikumpulkan, langsung diangkut ke dalam plastik besar yang sudah disiapkan.
Kepala MKKS SMA Kota Bogor, Yulianti Rosdian menjelaskan Aksi Ekologi MPLS Pancawaluya ini diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
“Jadi ini dilakukan serentak semua sekolah di Jawa Barat tingkat SMA sederajat. Kegiatannya dikhususkan untuk semua siswa yang sedang MPLS,” jelas Yulianti.
Baca Juga: Bingung Mau Nonton Apa di Netflix? Ini 3 Film Terbaik dengan Rating Tertinggi
Aksi Ekologi MPLS Pancawaluya sengaja dipusatkan di Alun-Alun Kota Bogor. Agar gerakan ini bisa terlihat massif dan dapat dicontoh oleh khalayak ramai.
Siswa yang ikut bebersih di Alun-Alun berasal dari lima sekolah. Di antaranya, SMA 1 Bogor, SMA 9,SMK Global Indonesia, SMK Taruna Andiga, SMA Budi Mulia.
“Tetapi, di semua sekolah itu semua dilakukan bersamaan. Saat ini sedang melakukan Aksi Ekologi di masing-masing sekolah juga,” terang Yulianti.
Yulianti menerangkan MPLS Pancawaluya berfokus pada penumbuhan karakter baik siswa. Terdapat lima fokus utama, seperti cageur,bageur,bener,pinter,singer.
“Jadi mereka mencintai lingkungan, mereka bersyukur kepada Allah SWT, kemudian mereka mau bergerak untuk membersihkan lingkungan,” jelas Yulianti.
Nilai yang tidak kalah penting dalam MPLS Pancawaluya ini adalah siswa punya inisiatif untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.
”tu adalah hal yang diinginkan oleh Disdik Jawa Barat. Kami mementingkan karakter yang terbentuk pada siswa adalah karakter terbaik,” ujar Yulianti.
Kepala KCD Wilayah II Provinsi Jawa Barat, Yudi Rahmat, menilai antusias siswa yang mengikuti Aksi Ekologi ini cukup tinggi. Apalagi mereka baru masuk ke sekolah yang baru.
“Aksinya tidak terbatas pada bersih-bersih, apa saja kegiatan merawat lingkungan. Bersih-bersih gorong-gorong, menanam pohon, membersihkan sampah,” ujarnya.
Aksi Ekologi ini disebut Yudi memang masuk dalam kurikulum MPLS di Jawa Barat. Tujuannya menanamkan cinta lingkungan kepada siswa.
Baca Juga: Kuliner Salt Bread Viral di Bogor, Cobain dari Raindear Coffee yang Punya 6 Varian
“Di ruang kelas mereka sudah mendapatkan pemahaman secara pedagogik pentingnya lingkungan itu dijaga, sekaranglah implementasinya supaya mereka terlibat langsung dalam melestarikan lingkungan,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin