Intip Inovasi Disdukcapil, Loker Beres Ubah Layanan Adminduk Kota Bogor Lebih Dekat dengan Warga

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 09:00 WIB
Mugi Lastono, inovator Loker Beres Disdukcapil Kota Bogor.
Mugi Lastono, inovator Loker Beres Disdukcapil Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Pelayanan administrasi kependudukan di Kota Bogor terus mengalami transformasi melalui berbagai inovasi berbasis digital. 

Salah satu terobosan yang kini menjadi perhatian adalah Loker Beres (Layanan Online Kependudukan Kelurahan Berintegritas, Efektif, Responsif, Efisien, Sederhana), sebuah sistem pelayanan yang membawa layanan administrasi kependudukan lebih dekat kepada masyarakat hingga tingkat kelurahan.

Inovasi tersebut, digagas oleh Mugi Lastono selaku inovator Loker Beres sebagai jawaban atas berbagai tantangan pelayanan administrasi kependudukan yang selama ini, masih terpusat di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) maupun kantor kecamatan.

Baca Juga: Aksi Ekologi MPLS Pancawaluya, Siswa Diajak Bebersih Alun-Alun Kota Bogor

Menurut Mugi Lastono, pengembangan Loker Beres dilandasi kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang lebih cepat, mudah dijangkau, serta mampu memberikan kepastian proses secara transparan. 

Selama ini, masyarakat masih dihadapkan pada antrean panjang, waktu tunggu yang relatif lama, hingga biaya transportasi yang harus dikeluarkan untuk mengurus dokumen kependudukan di pusat pelayanan.

Berawal dari Kebutuhan Nyata Masyarakat

Mugi Lastono menjelaskan, inspirasi lahirnya Loker Beres berasal dari hasil pengamatan terhadap kondisi pelayanan administrasi kependudukan di Kota Bogor. 

Selain antrean yang tinggi, masih ditemukan keterbatasan akses pelayanan bagi warga yang tinggal jauh dari kantor pelayanan, keterlambatan penyelesaian dokumen, hingga minimnya informasi mengenai persyaratan administrasi.

Baca Juga: Bingung Mau Nonton Apa di Netflix? Ini 3 Film Terbaik dengan Rating Tertinggi

Kondisi tersebut mendorong lahirnya sebuah sistem pelayanan digital yang tidak lagi terpusat di kantor Disdukcapil, melainkan hadir langsung di setiap kelurahan. 

Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh pelayanan lebih dekat tanpa harus menempuh perjalanan yang jauh.

Inovasi ini juga mendukung visi Pemerintah Kota Bogor, "Bogor Beres, Bogor Maju", yang mengedepankan tata kelola pemerintahan modern melalui pelayanan publik yang efektif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dirancang Melalui Tahapan Ilmiah

Dalam proses pengembangannya, Loker Beres tidak dibangun secara instan. 

Mugi Lastono menyampaikan, inovasi tersebut diawali dengan observasi terhadap pola pelayanan administrasi kependudukan, kondisi antrean masyarakat, hingga kendala akses layanan di lapangan.

Baca Juga: Kuliner Salt Bread Viral di Bogor, Cobain dari Raindear Coffee yang Punya 6 Varian

Selanjutnya dilakukan pengumpulan berbagai data, mulai dari jumlah antrean pelayanan, tingkat kepemilikan dokumen kependudukan, data migrasi penduduk, hingga sebaran wilayah kelurahan di Kota Bogor.

Tahapan berikutnya berupa uji coba atau pilot project di 6 kelurahan, yakni Kelurahan Mulyaharja (Kecamatan Bogor Selatan). 

Kelurahan Tegallega (Kecamatan Bogor Tengah), Kelurahan Baranangsiang (Bogor Timur), Kelurahan Sindangbarang (Bogor Barat). 

Kelurahan Tegal Gundil (Kecamatan Bogor Utara), dan Kelurahan Mekarwangi (Tanah Sareal).

Hasil evaluasi dari uji coba tersebut kemudian digunakan sebagai dasar penyempurnaan sistem sebelum diterapkan secara bertahap di wilayah Kota Bogor.

Hadirkan Pelayanan Digital Sampai Tingkat Kelurahan

Berbeda dengan sistem pelayanan administrasi kependudukan pada umumnya yang masih terpusat di kantor Disdukcapil, Loker Beres menghadirkan layanan digital langsung di tingkat kelurahan.

Baca Juga: Libur Sekolah 2026 Dongkrak PAD Sektor Pariwisata di Puncak Bogor, Pendapatan Pajak Naik 40 Persen

Sistem ini, didukung oleh aplikasi pelayanan, penyimpanan data berbasis cloud, dashboard pemantauan secara real time, operator resmi di setiap kelurahan, standar operasional prosedur (SOP), serta bimbingan teknis bagi petugas pelayanan.

Pendekatan tersebut dinilai, mampu menghadirkan pelayanan yang lebih responsif sekaligus memperkuat validitas data kependudukan, termasuk mendukung pengelolaan data LAMPID dan migrasi penduduk masuk.

Memberikan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Sebelum inovasi diterapkan, masyarakat masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari antrean panjang, waktu pelayanan yang relatif lama, biaya transportasi yang tinggi, hingga pelayanan yang hanya terpusat di kantor tertentu.

Setelah Loker Beres mulai diterapkan, berbagai perubahan positif mulai dirasakan. 

Pelayanan administrasi kependudukan menjadi lebih cepat, akses masyarakat terhadap layanan semakin mudah, proses permohonan lebih transparan, kepemilikan dokumen meningkat, serta kualitas data kependudukan menjadi lebih akurat.

Baca Juga: Nostalgia Era 90-an, Ini 3 Lagu Melayu Siti Nurhaliza yang Tetap Abadi Sepanjang Masa

Menurut Mugi Lastono, inovasi tersebut juga berdampak pada meningkatnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di Kota Bogor.

Didukung Sosialisasi dan Penguatan Literasi Digital

Agar pemanfaatan Loker Beres semakin optimal, Pemerintah Kota Bogor melakukan berbagai langkah sosialisasi kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi di tingkat kelurahan dan kecamatan, pelaksanaan bimbingan teknis bagi operator pelayanan, penyebaran informasi melalui media sosial, pemasangan banner dan leaflet, edukasi melalui RT, RW, serta kader wilayah, hingga publikasi melalui website dan kanal resmi Pemerintah Kota Bogor.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya meningkatkan literasi digital masyarakat dalam memanfaatkan layanan administrasi kependudukan secara daring.

Dikembangkan Bertahap Hingga Seluruh Kota Bogor

Pengembangan Loker Beres dilakukan secara bertahap.

Pada tahap awal selama sekitar dua bulan difokuskan pada penyusunan SOP, penetapan operator layanan, penyusunan buku panduan, sosialisasi, serta penyediaan infrastruktur pendukung.

Tahap berikutnya berlangsung selama enam hingga dua belas bulan dengan fokus pada penyempurnaan fitur dan peningkatan pemanfaatan sistem. 

Selanjutnya, dalam jangka waktu satu hingga dua tahun, inovasi ditargetkan dapat diterapkan secara penuh di seluruh 68 kelurahan di Kota Bogor.

Efisien bagi Masyarakat dan Pemerintah

Selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, Loker Beres juga memberikan manfaat ekonomi.

Bagi masyarakat, inovasi ini mampu mengurangi biaya transportasi, menghemat waktu, serta menekan kebutuhan penggandaan dokumen secara berulang.

Baca Juga: Jajan Murah di Gila Dimsum, Kuliner Dimsum Prasmanan Berdaging dengan Harga Mulai Rp1.500-an di Bogor

Sementara bagi pemerintah daerah, sistem digital tersebut mendukung efisiensi biaya operasional pelayanan, mengurangi penggunaan kertas, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia, serta meningkatkan efisiensi anggaran dalam jangka panjang.

Arah Pengembangan Menuju Smart City

Ke depan, Mugi Lastono menyampaikan, Loker Beres akan terus dikembangkan melalui implementasi di seluruh kelurahan di Kota Bogor.

Pengembangan juga diarahkan pada integrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD), penambahan fitur layanan LAMPID, dashboard pimpinan, pelacakan dokumen secara real time, layanan berbasis chatbot maupun WhatsApp, hingga replikasi inovasi pada organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

Melalui pengembangan tersebut, Loker Beres diharapkan mampu memperkuat transformasi digital pelayanan publik sekaligus mendukung terwujudnya Kota Bogor sebagai smart city yang menghadirkan layanan pemerintahan modern, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
Mugi Lastono bogor Loker Beres