RADAR BOGOR - Transformasi digital kini merambah layanan Perpustakaan Kota Bogor.
Menjawab perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan teknologi digital, lahirlah Halo Libra (Library Assistant), sebuah inovasi layanan perpustakaan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikembangkan oleh Edy Suryanto sebagai inovator.
Inovasi ini dirancang untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, responsif, mudah diakses, dan tanpa batasan waktu.
Baca Juga: Warung Sop dan Gulai Kikil Pak Ali Buka Cabang Baru, Sajikan Menu Legendaris
Halo Libra memanfaatkan platform WhatsApp sebagai media utama layanan sehingga masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi perpustakaan tanpa harus datang langsung ke lokasi.
Melalui integrasi dengan sistem otomasi perpustakaan Inlislite, layanan ini mampu membantu pengguna mencari koleksi, memperoleh informasi keanggotaan, memahami prosedur layanan, hingga mendapatkan rekomendasi bacaan secara real-time selama 24 jam.
Berawal dari Tantangan Layanan Perpustakaan
Edy Suryanto menjelaskan, inovasi tersebut lahir karena masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh informasi mengenai koleksi, layanan digital, jam operasional, hingga prosedur perpustakaan.
Selain itu, layanan konsultasi selama ini masih bergantung pada jam kerja pustakawan, sementara kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital yang cepat terus meningkat.
Baca Juga: Piala Kapolri 2026 Banjir Dukungan, Ribuan Kicaumania Siap Hadir, Buruan Cek Lokasi dan Tanggalnya
Menurutnya, Halo Libra dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pemanfaatan teknologi AI yang mampu memberikan pelayanan cepat, konsisten, dan mudah diakses kapan saja.
Integrasi AI dan WhatsApp Jadi Pembeda
Berbeda dengan layanan perpustakaan digital pada umumnya, Halo Libra mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan platform WhatsApp yang sudah akrab digunakan masyarakat.
Pendekatan ini, membuat pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan maupun mempelajari sistem baru.
Selain mengandalkan AI, Halo Libra tetap mengedepankan pendekatan human touch sehingga komunikasi dengan pengguna tetap terasa ramah dan personal.
Sistem ini juga terhubung langsung dengan Inlislite sehingga informasi koleksi dan layanan yang diberikan lebih akurat serta selalu diperbarui.
Respons Kurang dari Satu Menit
Implementasi Halo Libra membawa perubahan signifikan terhadap kualitas layanan perpustakaan.
Jika sebelumnya masyarakat hanya dapat memperoleh layanan pada jam kerja, kini akses informasi tersedia selama 24 jam.
Baca Juga: Ruben Onsu Klarifikasi Isu Reimburse Nafkah Anak, Ungkap Alasan Minta Bukti Pengeluaran
Kecepatan layanan pun meningkat drastis.
Waktu respons yang sebelumnya berkisar lima hingga sepuluh menit kini dapat dipangkas menjadi kurang dari satu menit.
Kehadiran sistem otomatis juga mengurangi beban pertanyaan rutin, yang selama ini ditangani pustakawan sehingga mereka dapat lebih fokus pada pengembangan literasi dan pelayanan strategis lainnya.
Dikembangkan Selama 5 Bulan
Pengembangan Halo Libra dilakukan secara bertahap mulai dari proses perencanaan, perancangan, pengujian hingga implementasi.
Baca Juga: Esposa Cocok untuk WFC, Hidden Gem Coffee Shop Adem dengan Suasana Pet Friendly di Bogor
Keseluruhan tahapan tersebut, berlangsung selama 5 bulan untuk memastikan layanan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan manfaat secara optimal.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, inovasi ini juga memberikan manfaat ekonomi.
Pemanfaatan WhatsApp sebagai platform utama membuat biaya pengembangan lebih efisien, mengurangi kebutuhan masyarakat untuk datang langsung ke perpustakaan, sekaligus meningkatkan produktivitas pustakawan melalui otomatisasi layanan informasi.
Disiapkan Menjadi Model Perpustakaan Masa Depan
Ke depan, Halo Libra akan terus dikembangkan dengan berbagai fitur baru, mulai dari layanan literasi berbasis AI, personalisasi rekomendasi bacaan, integrasi dengan berbagai layanan perpustakaan digital, dashboard analitik hingga peluang replikasi di berbagai perpustakaan di Indonesia.
Baca Juga: Intip Inovasi Disdukcapil, Loker Beres Ubah Layanan Adminduk Kota Bogor Lebih Dekat dengan Warga
Melalui inovasi tersebut, Edy Suryanto berharap Halo Libra mampu menjadi solusi pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memperkuat budaya literasi masyarakat.
Inovasi ini juga diharapkan, menjadi contoh transformasi digital yang dapat diterapkan di berbagai perpustakaan untuk menghadirkan layanan yang lebih modern, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Halo Libra juga menjadi peserta Bogor Inovation Award 2026. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim