Ground Breaking PSEL Kayumanis Bogor November, Pembangunan Akses Jalan 1,65 Km Dikebut

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 14:40 WIB
Proyek trase  jalan ke lokasi PSEL Kayumanis, Tanah Sareal Kota Bogor. (Foto : Sofiansyah/Radar Bogor)
Proyek trase  jalan ke lokasi PSEL Kayumanis, Tanah Sareal Kota Bogor. (Foto : Sofiansyah/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Ground breaking Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL di Kelurahan Kayumanis, Kota Bogor dilakukan November mendatang.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim bersama jajarannya turut meninjau persiapan proses pembangunan PSEL Kayumanis pada Selasa 21 Juli 2026.

Pantauan di lokasi, alat berat dikerahkan untuk menggarap akses jalan menuju PSEL Kayumanis. Petugas pun turut membuat bronjong di sekitar aliran Sungai Angke.

Dedie menerangkan pembangunan PSEL Kayumanis adalah buah dari proses yang panjang. Banyak pihak yang ikut terlibat dalam mengawal proyek ini.

“Dikawal Menko Pangan, Menteri LH, Mendagri, kemudian juga PLN, ESDM, Danantara, termasuk Gubernur Jawa Barat dan kita Pemkot Bogor,” beber Dedie.

Pembangunan PSEL Kayumanis merupakan gelombang kedua setelah proyek serupa dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.

Baca Juga: Sengketa Sektor Baja, Perusahaan China Protes Keras Nasionalisasi Pabrik Inggris

“Jadi ground breakingnya setelah PSEL Galuga. PSEL Galuga itu rencana awal Agustus dan untuk PSEL Bogor Raya ini bulan November,” jelas Dedie.

Pemenang lelang PSEL Kayumanis pun sudah diumumkan. Saat ini Pemerintah Kota Bogor tengah mempersiapkan akses jalan menunu lokasi PSEL.

“Akses jalannya dari mulai ujung Tol Solis, sampai kesini panjangnya 1,65 Km. Tadi kita jalan kaki, masih ada beberapa titik yang harus kita selesaikan,” ujar Dedie.

Berdasarkan hasil catatannya, masih terdapat beberapa titik yang membutuhkan penguatan. Dedie meminta agar akses jalannya bisa lebih mulus. 

“Jangan belok-belok, kalaupun harus ada pembebasan lahan sedikit-sedikit mungkin bisa dibantu oleh pa Sekda agar bisa segera diselesaikan,” ucapnya.

Proses penyiapan akses jalan ini menggunakan anggaran rutin. Kedepan, akses tersebut akan dilakukan penanganan betonisasi.

“Mangkannya kita akan adakan dua pendekatan, yang pertama dari anggaran rutin seperti pemadatan dan lain-lain, satu lagi kita juga akan lakukan proses untuk Penunjukan Langsung,” kata Dedie.

Semua proses persiapan akses jalan ditargetkan selesai pada November 2026 mendatang. Dedie berharap warga Kota Bogor dapat mendukung proyek PSEL ini. 

Banyak manfaat yang bisa dirasakan lewat PSEL. Pertama Kota Bogor perlahan akan terbebas dari sampah. Dalam sehari proyek ini membutuhkan 1.000 ton untuk diolah.

“Disini 1.000 ton di Galuga 1.500 ton. Bayangkan bagaimana kemuudian kita sebagai warga bisa memanfaatkan sampah yang masih punya nilai,” terang Dedie.

Baca Juga: Kejari Ancam Jemput Paksa Saksi Tak Kooperatif di Kasus Korupsi RSUD Bogor Utara

Dedie juga turut membuka peluang bagi wilayah lain yang ingin mendistribusikan sampahnya ke PSEL Kayumanis, seperti dari Depok ataupun Kabupaten Bogor.

“Nanti kita atur juga truknya supaya lebih bersih. Paradigma pengolahan sampahnya bukan yang lama, kita buat sekarang jadi listrik tidak ada polusi kemudian menghasilkan,” ujar Dedie.

Di lokasi PSEL Kayumanis ini akan turut pula dibangun IPAL skala Kota. Termasuk pengolahan sampah dari sisa pembakaran insenerator.

“Kita jadikan sebagai Faba Plan namanya. Sisanya bisa dijadikan kanstin, paving block bisa dijadikan macam-macam produk yang bisa dimanfaatkan ke PU an,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
kota bogor Kayumanis Dedie Rachim PSEL