Petani Kangkung di Kayumanis Bogor Sudah 2 Kali Gagal Panen pada Musim Kemarau

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 15:41 WIB
Rahmat salah seorang petanikKangkung di Kayumanis, Kota Bogor. (Fauzan/Radar Bogor)
Rahmat salah seorang petanikKangkung di Kayumanis, Kota Bogor. (Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Kemarau panjang amat berdampak terhadap hasil panen para petani di Kampung Munjul, Kelurahan Kayumanis Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Salah satu petani kangkung di Kayumanis Rahmat (52) mengatakan dirinya sudah dua kali gagal menikmati hasil panen tanamannya.

“Iya sangat berdampak kemarau ini, saya sudah dua kali gagal panen, kalau kemarau kaya gini tumbuhnya juga lebih lambat,” ujar Rahmat kepada Radar Bogor, Selasa, 21 Juli 2026.

Kangkung biasanya sudah bisa dipanen dalam waktu 20 hari, tetapi minimnya air yang mengalir ke sawah, membuat tanaman tersebut tak kunjung tumbuh.

Baca Juga: 135 Mahasiswa Mengajar di SD dan SMP Kota Bogor Selama 6 Bulan, Bantu Tutup Kekurangan Jumlah Guru

“Biasanya 20 hari panen sekarang sudah lebih dari 20 hari tapi belum, berhubung ga ada ujan, jadi lumayan dampaknya,” terang Rahmat.

Kerugian yang mesti ditanggung akibat gagal panen bukan nilai sedikit, hitungan kasar Rahmat, ia sudah kehilangan uang senilai Rp16 juta.

“Satu kali gagal panen kan itungannya Rp8 juta, sekarang kemaraunya lebih parah ketimbang tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Guna merawat tanamannya, Rahmat mesti bekerja lebih ekstra, saban hari ia mesti bolak-balik mengangkut air dari aliran Sungai Angke.

“Kita airnya dari kali Angke, tapi ini airnya juga mulai surut, jadi sekarang apa adanya aja, cuma kaya gitu yang bisa kita usahakan,” akunya.

Rahmat berharap musim kemarau ini segera berakhir, apalagi kangkung yang sedang ia tanam ini, membutuhkan pasokan air yang cukup.

“Iya benar, butuh air yang banyak, kalau tidak ada, bisa gagal, dia gak tumbuh, semoga bisa turun hujan lagi, supaya ada serapan ke kangkung juga,” pungkasnya.(bay)

Editor : Eka Rahmawati
bogor Kayumanis gagal panen kemarau petani