Forum Kota Sehat Perkuat Kelembagaan Kelurahan di Kecamatan Bogor Barat, Kejar Predikat Wistara 2027

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 20:13 WIB
Forum Kota Sehat Kota Bogor menggelar penguatan kelembagaan Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Kelurahan Sehat di Aula Kecamatan Bogor Barat, Rabu, 22 Juli 2026. (Dok. Forum Kota Sehat)
Forum Kota Sehat Kota Bogor menggelar penguatan kelembagaan Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Kelurahan Sehat di Aula Kecamatan Bogor Barat, Rabu, 22 Juli 2026. (Dok. Forum Kota Sehat)

RADAR BOGOR - Forum Kota Sehat (FKS) Kota Bogor mulai memanaskan persiapan menuju penilaian Swasti Saba Wistara 2027. Salah satunya dengan memperkuat kelembagaan Forum Kecamatan Sehat dan Kelompok Kerja (Pokja) Kelurahan Sehat di Kecamatan Bogor Barat agar koordinasi program Kota Sehat semakin solid hingga tingkat kelurahan.

Kegiatan yang digelar di Aula Kecamatan Bogor Barat, Rabu (22/7), diikuti unsur kecamatan, puskesmas, perwakilan 16 kelurahan, serta jajaran Forum Kota Sehat. Penguatan kelembagaan dilakukan untuk menyamakan pemahaman mengenai indikator Kabupaten/Kota Sehat sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.

Ketua Forum Kota Sehat Kota Bogor, Deni Mulyana, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan capaian Kota Bogor dari predikat Swasti Saba Wiwerda yang diraih pada 2025 menjadi Swasti Saba Wistara pada 2027.

Menurutnya, target tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh unsur, mulai dari forum kecamatan, pokja kelurahan, puskesmas, perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, media hingga masyarakat, bergerak secara terpadu dan berkelanjutan.

Baca Juga: Groundbreaking PSEL Kayumanis Kota Bogor Ditarget November 2026, Siap Serap Tenaga Kerja

“Kota Sehat bukan hanya tentang memenuhi indikator penilaian, tetapi bagaimana seluruh elemen mampu menghadirkan lingkungan yang sehat, aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Karena itu, penguatan kelembagaan menjadi fondasi utama,” ujarnya.

Deni menambahkan, kelurahan menjadi ujung tombak pelaksanaan program Kota Sehat. Karena itu, koordinasi dan konsistensi pelaksanaan kegiatan harus terus diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Forum Kota Sehat Kota Bogor, Andreanda Nasution, menjelaskan predikat Swasti Saba Wiwerda menjadi modal penting. Namun, untuk meraih Wistara diperlukan tata kelola yang lebih baik, terutama dalam aspek koordinasi, pelaporan, dokumentasi, dan penguatan kelembagaan di tingkat kelurahan.

“Hasil penilaian tidak hanya melihat kelengkapan administrasi, tetapi juga keberlanjutan program dan bukti pelaksanaannya di lapangan. Karena itu, forum di tingkat kecamatan dan pokja kelurahan harus aktif sepanjang tahun,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu fokus pembahasan adalah harmonisasi antara Kelurahan Siaga dan Pokja Kelurahan Sehat. Kedua wadah tersebut memiliki irisan program sehingga perlu pembagian peran yang jelas agar pelaksanaan kegiatan dan pelaporan berjalan lebih efektif.

“Kelurahan Siaga dapat menjadi penggerak pemberdayaan masyarakat, sedangkan Pokja Kelurahan Sehat berfungsi sebagai simpul koordinasi lintas sektor. Dengan harmonisasi, pelaksanaan program akan lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Selain itu, seluruh kelurahan juga didorong memiliki sistem pengelolaan data yang lebih tertata. Setiap kegiatan diharapkan terdokumentasi secara lengkap, mulai dari laporan, daftar hadir, notulensi hingga dokumentasi foto sebagai bagian dari bahan verifikasi penilaian Kabupaten/Kota Sehat.

Melalui penguatan kelembagaan tersebut, Forum Kota Sehat optimistis Kota Bogor mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat sekaligus mewujudkan target meraih predikat Swasti Saba Wistara pada 2027. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
bogor Forum Kota Sehat kelurahan