RADAR BOGOR – Museum Pajajaran di kawasan Batutulis, Kota Bogor, bakal memasuki tahap pembangunan lanjutan mulai September 2026. Pemkot Bogor memperoleh bantuan anggaran sebesar Rp13,5 miliar dari Kementerian Kebudayaan untuk mendukung pengembangan kawasan museum.
Dana tersebut akan digunakan untuk membenahi berbagai fasilitas pendukung agar Museum Pajajaran memenuhi standar museum nasional. Nantinya tempat ini akan menjadi destinasi wisata sejarah dan pusat edukasi peradaban Sunda.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Firdaus, mengatakan usulan anggaran yang diajukan Pemkot Bogor telah disetujui pemerintah pusat. Realisasi pembangunan direncanakan berlangsung pada September hingga Oktober 2026.
"Proposal alokasi anggaran yang kami ajukan telah disetujui Kementerian Kebudayaan. Nilainya Rp13,5 miliar dan rencananya mulai direalisasikan pada September sampai Oktober 2026," ujarnya kepada wartawan, Rabu, 22 Juli 2026.
Firdaus menjelaskan, anggaran tersebut diprioritaskan untuk penataan interior ruang pamer, peningkatan sistem keamanan museum, serta pembangunan menara pengawas dan pagar pembatas setinggi dua meter di kawasan museum.
Menurutnya, penguatan aspek keamanan menjadi tahap awal sebelum penataan interior dilakukan secara menyeluruh. Langkah itu diperlukan untuk menjamin keamanan berbagai koleksi bersejarah yang akan dipamerkan di Museum Pajajaran.
Baca Juga: Forum Kota Sehat Perkuat Kelembagaan Kelurahan di Kecamatan Bogor Barat, Kejar Predikat Wistara 2027
Di sisi lain, Disparbud juga terus melengkapi koleksi museum. Saat ini Museum Pajajaran telah memiliki 103 benda bersejarah yang berasal dari berbagai sumber. Sebanyak 50 koleksi berasal dari masyarakat dan kolektor independen, 34 koleksi dipinjamkan Kementerian Kebudayaan, serta 19 koleksi merupakan milik Pemerintah Kota Bogor.
Dalam waktu dekat, koleksi museum juga akan bertambah melalui hibah dari keluarga maestro pelukis Basuki Abdullah. Koleksi tersebut di antaranya lukisan Bung Karno, lukisan Prabu Siliwangi, arca peninggalan Kerajaan Tarumanegara, golok berukuran besar, hingga tongkat yang disebut sebagai peninggalan Prabu Siliwangi. Seluruh koleksi itu akan ditempatkan di Ruang Siliwangi sebagai ruang pamer utama.
Firdaus menambahkan, pengembangan Museum Pajajaran telah dimulai melalui renovasi cungkup Prasasti Batutulis, penyelenggaraan Pameran Jejak Batutulis bersama Kementerian Kebudayaan, hingga pembukaan ruang pamer permanen.
Selain itu, Disparbud tengah menjajaki kerja sama dengan Keraton Sumedang Larang untuk menghadirkan replika pusaka peninggalan Kerajaan Sunda sebagai pelengkap koleksi museum.
"Kami akan jadikan Museum Pajajaran sebagai museum yang menghadirkan fakta sejarah dan perjalanan peradaban Sunda hingga masa sekarang. Targetnya menjadi pusat edukasi dan wisata bertaraf internasional serta menjadi salah satu destinasi unggulan yang membanggakan Kota Bogor," tutupnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati