RADAR BOGOR – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor memperkuat kerja sama dengan Unpak untuk meningkatkan kompetensi ASN di lingkungan Pemkot Bogor.
Kolaborasi tersebut ditandai melalui pelatihan peningkatan kinerja dan sosialisasi program kuliah bagi ASN yang digelar Sekolah Vokasi Unpak di Graha Pakuan Siliwangi Unpak, Kamis 23 Juli 2026.
Kepala BKPSDM Kota Bogor, Dani Rahadian mengatakan, peningkatan kualifikasi pendidikan ASN menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Pasalnya, masih terdapat ribuan ASN dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang memiliki jenjang pendidikan SMA ke bawah.
"Saat ini masih ada ASN dengan pendidikan SD sekitar 500 orang, SMP sekitar 200 hingga 300 orang, dan SMA sekitar 717 orang. Jika digabungkan dengan PPPK jumlahnya mencapai sekitar 3.300 orang. Karena itu peningkatan kualifikasi pendidikan menjadi salah satu fokus kami," ujarnya.
Menurut Dani, BKPSDM saat ini juga telah mengembangkan sistem pembelajaran berkelanjutan melalui Bogor Smart Corporate University yang terintegrasi dengan berbagai perguruan tinggi.
Baca Juga: Berawal dari Nol, UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global Berkat Pelatihan Ekspor BRI
Ia menjelaskan, pendidikan kini memiliki pengaruh besar terhadap pengembangan karier ASN.
Berdasarkan ketentuan terbaru, ASN dengan kualifikasi SMA tidak lagi dapat menduduki jabatan struktural dan akan diarahkan pada jabatan pelaksana.
"Karena itu kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki kualitas baik seperti Universitas Pakuan menjadi penting untuk mendukung pengembangan kompetensi ASN," katanya.
Dani menilai pendidikan vokasi menjadi pilihan yang relevan karena berorientasi pada penguasaan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam dunia kerja, termasuk kemampuan pemanfaatan teknologi digital.
"Melanjutkan pendidikan minimal ke jenjang D3 merupakan investasi bagi masa depan ASN. Selain meningkatkan kompetensi, hal itu juga membuka peluang pengembangan karier dan peningkatan kesejahteraan," jelasnya.
Sementara itu, Dekan Sekolah Vokasi Unpak, Dr Lia Dahlia Iryani menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan birokrasi.
Menurutnya, pendidikan vokasi tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga pola pikir, kemampuan beradaptasi, serta kapasitas ASN dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat.
"Kami ingin memastikan proses pembelajaran berjalan selaras dengan kebutuhan dunia usaha, industri, dan sektor pemerintahan sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan," ujarnya.
Lia juga mengapresiasi komitmen BKPSDM Kota Bogor dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur, termasuk dukungan dari Bank BJB yang turut memfasilitasi pembiayaan pendidikan bagi ASN.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Pakuan, Prof Didik Notosudjono menegaskan bahwa tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik semakin tinggi.
Baca Juga: Geger! Penemuan Bayi Terbungkus Tas Hitam Dalam Kardus di Ciparigi Bogor
Kondisi tersebut mengharuskan ASN terus meningkatkan profesionalisme dan kompetensinya.
"ASN saat ini tidak cukup hanya memahami administrasi dan regulasi. Mereka harus mampu memanfaatkan teknologi digital, mengelola data, berinovasi, berkolaborasi, serta mengambil keputusan secara cepat dan tepat," katanya.
Didik menambahkan, Universitas Pakuan siap menjadi mitra pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi, pelatihan, sertifikasi kompetensi hingga pengembangan kepemimpinan.
Ia juga menjelaskan bahwa Unpak menawarkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memberikan kemudahan bagi ASN untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan.
"Melalui RPL, program D3 dapat ditempuh dalam waktu 1,5 tahun tanpa skripsi. Kami juga memiliki program magister yang dapat diselesaikan dalam satu tahun serta program doktor dalam 2,5 tahun," ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas ASN akan berdampak langsung terhadap terwujudnya birokrasi yang profesional dan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat. (uma)
Editor : Yosep Awaludin