Dikebut, Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Bogor Ditargetkan Bisa Dilalui Akhir Oktober

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 12:16 WIB
Kondisi terkini trase baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. (Foto: Dzikri/Radar Bogor)
Kondisi terkini trase baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. (Foto: Dzikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Pemkot Bogor mempercepat pembangunan trase baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Meski dalam kontrak pekerjaan ditargetkan rampung pada November 2026, jalur baru Jalan Saleh Danasasmita itu ditargetkan sudah dapat dioperasikan pada akhir Oktober.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan progres pembangunan fisik trase baru Jalan Saleh Danasasmita saat ini telah mencapai 22 persen. 

Capaian tersebut bahkan berada di atas target atau mengalami surplus progres. "Sekarang dalam persiapan tahap pembangunan konstruksi jalan," ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis 23 Juli 2026.

Menurut Juniarti, trase baru sepanjang sekitar 300 meter itu dibangun sebagai pengganti Jalan Saleh Danasasmita yang ditutup permanen setelah mengalami longsor hingga tiga kali.

Nantinya, jalan lama akan dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau (RTH), taman, serta Leuweung Batutulis sebagai kawasan resapan air untuk mengurangi risiko longsor.

Baca Juga: 7 Destinasi Wisata Terbaik di Taman Nasional Ujung Kulon, Ada Sungai Mirip Amazon

"Secara keseluruhan pembangunan mencakup badan jalan, Leuweung Batutulis, taman hingga pedestrian. Target pengerjaan tetap sesuai jadwal agar masyarakat bisa segera memanfaatkannya," katanya.

Di tengah pembangunan fisik yang terus berjalan, Pemkot Bogor juga mempersiapkan pembebasan dua bidang lahan tambahan di ujung trase.

Pembebasan lahan tersebut diusulkan melalui APBD Perubahan 2026 dan akan kembali dianggarkan pada APBD murni 2027 apabila belum dapat direalisasikan tahun ini.

"Insyaallah kita akses di anggaran perubahan. Namun, di 2027 tetap kita masukkan. Takutnya di anggaran perubahan bergeser sehingga di 2027 bisa langsung dieksekusi. Sisanya, empat bidang lagi akan dilanjutkan pada 2027," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin meninjau langsung pembangunan trase baru di Batutulis.

Ia mengatakan progres proyek yang telah mencapai 22 persen menunjukkan kondisi surplus sehingga target operasional pada Oktober dinilai realistis.

Menurut Jenal, percepatan pekerjaan dilakukan dengan menambah alat berat dan armada truk pengangkut material untuk mengantisipasi kendala cuaca.

"Faktor cuaca memang sangat memengaruhi pekerjaan mereka. Sebagai langkah percepatan, dalam tiga hari ini alat berat dan truk pengangkut tanah telah ditambah," ujarnya.

Selain pembangunan jalan, Pemkot Bogor juga terus berkoordinasi dengan PT KAI terkait perbaikan turap di sekitar lokasi longsor. Saat ini penyusunan Detail Engineering Design (DED) masih berlangsung.

"Terakhir rapat Dinas PUPR dengan PT KAI menyampaikan bahwa pekan ini DED akan selesai, dan kita akan meminta pihak terkait untuk melakukan ekspos kepada Pemerintah Kota Bogor," katanya.

Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi ASN, BKPSDM Kota Bogor Perkuat Kerja Sama dengan Unpak

Jenal menjelaskan pembebasan dua bidang lahan di ujung trase dilakukan untuk mendukung keselamatan pekerjaan, bukan untuk mengubah desain maupun memperlebar jalan.

"Sama sekali tidak mengubah konstruksi jalan. Lebar eksisting jalan dari hulu ke hilir tetap sama. Hanya, karena letak hilirnya sangat berhimpitan dengan lahan proyek, demi keselamatan maka bidang tersebut dibebaskan," jelasnya.

Ia juga mengatakan sistem drainase trase baru disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Aliran air akan dibagi menjadi dua jalur untuk mengatasi penyempitan saluran eksisting, yakni melalui bawah rel kereta api dan bawah turap atau underpass PT KAI.

Terkait ceceran tanah yang sempat dikeluhkan masyarakat, Jenal memastikan kontraktor telah menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dengan membersihkan badan jalan setiap sore.

"Setiap sore area disemprot menggunakan alat steam kendaraan. Sudah kita pastikan proses tersebut terus dilakukan sesuai SOP," tegasnya.

Di sisi lain, proyek strategis tersebut juga mendapat perhatian DPRD. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono yang meninjau lokasi menyebut pembangunan trase baru merupakan hasil kolaborasi Pemprov Jawa Barat dan Pemkot Bogor.

Menurutnya, pembangunan fisik dibiayai APBD Provinsi Jawa Barat, sedangkan pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemkot Bogor.

"Alhamdulillah sekarang sudah mencapai 22 persen. Mudah-mudahan Oktober nanti akan selesai. Bukan hanya jalan, tetapi juga drainase, taman, dan Leuweung Batutulis sehingga kawasan ini dapat membantu mencegah terjadinya longsor," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata menegaskan pihaknya akan terus mengawal pelaksanaan proyek agar selesai tepat waktu.

Baca Juga: Berawal dari Nol, UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global Berkat Pelatihan Ekspor BRI

Ia juga meminta kontraktor menerapkan standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3), termasuk memastikan tidak ada ceceran material yang membahayakan pengguna Jalan Lawang Gintung hingga Batutulis.

Menanggapi hal itu, Penanggung Jawab PT Promix Prima Karya Hariyono memastikan pihaknya telah menerapkan standar K3 selama pelaksanaan proyek.

Seluruh kendaraan pengangkut material dibersihkan sebelum keluar lokasi dan petugas disiagakan untuk membersihkan apabila terdapat tanah yang tercecer di badan jalan.

"Kami sudah mengantisipasi. Mobil pengangkut tanah dibersihkan terlebih dahulu sebelum keluar area proyek. Kami juga memiliki tim yang selalu membersihkan apabila ada tanah yang tercecer di jalan agar tidak mengganggu masyarakat pengguna jalan," katanya.

Trase baru Batutulis diharapkan mampu memulihkan konektivitas wilayah Bogor Selatan setelah Jalan Saleh Danasasmita ditutup akibat longsor.

Jalur tersebut juga akan menjadi akses menuju Cipaku, Pamoyanan, hingga jalur alternatif ke arah Ciawi, sekaligus memperkuat mitigasi bencana melalui penataan kawasan hijau. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
trase baru kota bogor Jalan Saleh Danasasmita