BIRR di Bogor Selatan Butuh Lahan 11 Hektare, Pemkot Target Cut and Fill Tahun Ini

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47 WIB
Camat Bogor Selatan Harry Cahyadi saat menyampaikan keterangan. (Fikri/Radar Bogor)
Camat Bogor Selatan Harry Cahyadi saat menyampaikan keterangan. (Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR — Rencana pembangunan Bogor Inner Ring Road (BIRR) di wilayah Bogor Selatan mulai memasuki tahap persiapan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan kebutuhan lahan sekitar 11 hektare untuk pembangunan jalan yang akan melintasi tujuh kelurahan.

Camat Bogor Selatan Harry Cahyadi mengatakan, proyek BIRR menjadi salah satu program strategis yang tengah dikawal pemerintah bersama jajaran Forkopimcam dan berbagai pihak terkait.

“Untuk proyek jalan Bogor Inner Ring Road (BIRR), total luas lahan yang dibutuhkan kurang lebih sekitar 11 hektare yang akan melewati tujuh kelurahan,” kata Harry, Kamis, 23 Juli 2026.

Baca Juga: Tak Hanya Digembok, Pemkot Bogor Siapkan Perda Denda untuk Parkir Liar

Tujuh kelurahan yang masuk dalam trase BIRR tersebut meliputi Mulyaharja, Pamoyanan, Harjasari, Genteng, hingga Cipaku.

Menurut Harry, sekitar 7 hektare lahan saat ini sudah masuk dalam proses administrasi. Sementara sisa kebutuhan lahan masih dalam tahap pembahasan bersama Pemerintah Kota Bogor dan DPRD.

“Sekitar 7 hektare sudah masuk dalam proses administrasi, sementara sisanya sedang dirumuskan oleh Bapak Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, beserta para anggota dewan,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan tahapan awal pembangunan dapat dimulai tahun ini melalui pekerjaan cut and fill atau pematangan lahan. Setelah itu, proses pembebasan lahan ditargetkan berjalan pada tahun berikutnya sebelum masuk tahap pembangunan fisik.

“Targetnya, tahun ini kita lakukan cut and fill terlebih dahulu, tahun depan proses pembebasan lahan, dan tahun berikutnya adalah proses pembangunan fisik,” kata Harry.

Selain BIRR, Bogor Selatan juga tengah mengawal dua program strategis lain, yakni Alih Trase Jalan Batu Tulis dan program Sekolah Rakyat.

Harry menyebut pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama agar kondisi jalan dan fasilitas wilayah dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami berharap dalam lima tahun ke depan, infrastruktur di wilayah Bogor Selatan sudah bisa menyesuaikan dengan harapan dan aspirasi masyarakat,” ucapnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan berbagai program pembangunan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Kecamatan bersama Forkopimcam terus melakukan koordinasi untuk memastikan program berjalan dan memberikan manfaat bagi warga. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
BIRR bogor lahan