RADAR BOGOR - Festival Merah Putih (FMP) kembali hadir di Kota Bogor, opening ceremony event tersebut bakal berlangsung pada akhir bulan Juli 2026 mendatang.
Hal itu terungkap saat Panita FMP menjadi narasumber Podcast Bicara Bogor yang diinisiasi oleh Radar Bogor pada Kamis, 23 Juli 2026.
Ketua FMP 2026, Syahril menjelaskan event yang dipimpinnya sudah menjadi darah daging Kota Bogor dan hampir 11 tahun FMP selalu memeriahkan bulan kemerdekaan.
“Kami sudah satu dasawarsa atau 11 tahun berlangsung, setiap tahun event-eventnya tambah banyak, tentu tahun ini kami akan buat trobosan baru,” ujar Syahril.
Tahun ini panitia FMP bakal menggalakkan Pemberdayaan Rumah Ibadah, progran tersebut dikemas lewat penanaman pohon buah alpukat.
Baca Juga: Tak Hanya Digembok, Pemkot Bogor Siapkan Perda Denda untuk Parkir Liar
Pohon alpukat dipilih bukan tanpa alasan, jenis pohon ini sangat mudah ditanam, kemudian peminat buah tersebut di Kota Bogor cukup tinggi.
“Secara agroklimat sesuai dan ideal untuk ditanam di Kota Bogor, pengalaman kami, pohon usia 6 sampai 7 tahun bisa menghasilkan 500 Kg per tahun,” ujarnya.
Hasil panen buah alpukat bisa digunakan untuk biaya operasional rumah ibadah, baik itu masjid ataupun gereja, sehingga memiliki dampak jangka panjang.
Ide penanaman pohon alpukat terinspirasi dari salah satu tempat yang ada di Jawa Tengah, mereka memberdayakan tiga pohon Alpukat tetapi bisa menyekolahkan anaknya hingga ke universitas.
“Karena di kota lahannya sempit, lahan yang tersisa banyak di rumah ibadah atau lahan sosial, hal ini sudah kami uji coba 5 sampai 6 tahun lalu di kompleks Perumda Cipaku dan terbukti bagus,” terang Syahril.
Penanaman buah alpukat ini akan menyasar di 40 persen rumah ibadah di Kota Bogor, sedangkan total rumah ibadahnya sebanyak 1.117 lokasi.
“Tahun awal ini kami rencanakan sekitar 30 sampai 40 persen dulu dari total rumah ibadah yang ada, ini pilot project agar bisa dicontoh desa atau kampung-kampung tematik,” beber Syahril.
Tidak hanya itu, FMP 2026 akan turut menyosialisasikan sertifikasi tanah wakaf secara gratis yang dikerjasamakan dengan ATR BPN.
Sekretaris FMP 2026, Ridwan Adinugraha menambahkan, pada tahun ini pihaknya juga akan turut menggelar tournamen padel.
“Namanya Padel Merah Putih Chmapionship memperebutkan Piala Sekjen Kemhan RI, alhamdulillah beliau berkenan saat kami audiensi beberapa waktu lalu,” terang Ridwan.
Selain itu, rangkaian rutin FMP tidak akan ditinggalkan, mulai dari Kirab Bendera Merah Putih, kemudian Festival Kopi Legendaris, memerahputihkan Lawang Salapan.
“Untuk Kirab Merah Putih akan kami laksanakan lebih cepat yakni pada 9 Agustus, karena setelah 17 Agustus masih banyak agenda lain,” pungkasnya. (bay)
Editor : Eka Rahmawati