RADAR BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meningkatkan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan menggelar /.
Kegiatan tersebut melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polresta Bogor Kota, Dinas Sosial (Dinsos), serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) yang menyisir sejumlah kawasan di wilayah kota.
Patroli dilakukan sebagai langkah antisipatif guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat. Selain memonitor potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum), tim gabungan juga memeriksa beberapa lokasi yang sebelumnya disebut-sebut menjadi tempat berkumpulnya sejumlah individu yang diduga berpotensi melakukan penyimpangan perilaku sosial.
Baca Juga: BIRR di Bogor Selatan Butuh Lahan 11 Hektare, Pemkot Target Cut and Fill Tahun Ini
Kepala Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum Linmas) Satpol PP Kota Bogor, Andry Sinar Wahyudianto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan ruang publik agar tetap nyaman digunakan masyarakat.
"Patroli malam ini melibatkan Satpol PP, Polresta Bogor Kota, Dinas Sosial, dan Bakesbangpol. Kami melakukan pemantauan di beberapa lokasi di Kota Bogor untuk memastikan aktivitas masyarakat berlangsung dengan aman tanpa adanya gangguan terhadap ketenteraman maupun ketertiban umum," ujar Andry dalam keterangannya di laman resmi Pemerintah Kota Bogor.
Ia menjelaskan, petugas melakukan pengecekan di lima titik yang sebelumnya diinformasikan sebagai lokasi berkumpulnya sejumlah individu, yakni kawasan Pakuan, wilayah perbatasan Ciawi, Terminal Baranangsiang, Jalan Sambu, serta area Pasar Kebon Kembang dan Alun-alun Kota Bogor.
Berdasarkan hasil patroli, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran ataupun aktivitas yang berpotensi mengganggu ketenteraman dan ketertiban masyarakat di seluruh lokasi yang diperiksa.
"Patroli ini lebih mengedepankan langkah pencegahan. Dari hasil pemantauan di lima titik tersebut, tidak ditemukan adanya pelanggaran trantibum," ungkapnya.
Andry menambahkan, apabila ke depan ditemukan persoalan sosial di lapangan, Pemerintah Kota Bogor akan mengutamakan pendekatan yang bersifat persuasif dan humanis melalui proses pembinaan serta pendampingan.
"Penanganan tidak hanya berfokus pada penegakan aturan. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk melakukan asesmen, memberikan konseling, hingga pendampingan sesuai kondisi yang dihadapi," katanya.
Pemkot Bogor turut mengimbau masyarakat agar berpartisipasi dalam menjaga ketertiban lingkungan dengan memperkuat peran keluarga, meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitar, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan dan ketertiban kepada pihak yang berwenang.
Melalui pelaksanaan patroli secara berkala dan kerja sama lintas instansi, Pemerintah Kota Bogor berharap situasi keamanan dan ketertiban tetap terpelihara sehingga seluruh fasilitas serta ruang publik dapat dimanfaatkan masyarakat secara aman, nyaman, dan tertib.
Editor : Eka Rahmawati