RADAR BOGOR - Puluhan massa yang tergabung dalam berbagai ormas Islam melakukan aksi demontrasi di Plaza Balai Kota Bogor, Jumat, 24 Juli 2026.
Mereka menolak adanya perilaku LGTBQ di Kota Bogor. Dalam demo itu, massa juga meminta agar pemerintah serius dalam menanggulangi persoalan tersebut.
Tuntutan pun terus disuarakan lewat orasi di atas mobil komando, mereka juga menuangkannya ke dalam poster-poster yang sudah disiapkan.
Massa aksi kompak mengenakan baju berwarna putih dan hitam. Mereka tiba di Plaza Balai Kota Bogor sekira pukul 13.30 WIB.
Salah satu massa aksi, Jani (45) menerangkan aksi penolakan perilaku tersebut merupakan bagian dari upaya menegakkan amal makruf nahi munkar.
Baca Juga: Pemkab Bogor Tak Beri Pendampingan Hukum kepada Tersangka Kasus Dugaan Korupsi RSUD Bogor Utara
“Kami sedang menegakkan nahi munkar, jadi manusia diberikan akal itu untuk berpikir, karena Allah tidak menciptakan yang namanya LGBT,” jelas Jani.
Perilaku itu disebutnya merupakan tindakan amoral, apalagi para pelakunya kerap memarmerkan tindakannya di berbagai media sosial.
“Kita ini negara beragama, harusnya semakin takut, zaman sekarang sudah seperti ini, kita tidak boleh diam dengan nahi munkar ini,” tegas Jani.
Ibu dua anak itu pun menantang Wali Kota Bogor Dedie A Rachim untuk segera menerbitkan Perwali terkait penolakan LGTBQ di Kota Bogor.
“Kita sampai mendapatkan tanda tangan Pak Wali Kota, sebelum-sebelumnya kita sudah mengajukan, tetapi belum ada tanda tangan,” terang Jani.
Penolakan terhadap perbuatan terlarang tersebut dipandang menjadi hal yang penting dan mejadi salah satu pemicu adanya penyakit HIV yang kian menjamur di generasi muda.
“Kalau sekarang kita tidak berjuang, bagaimana nanti ke depannya? Kalau kita mungkin aman-aman saja, tapi untuk anak cucu kita apa bisa dijamin kalau kita tidak berjuang sekarang,” ucapnya.
Sementara itu pantauan Radar Bogor, hingga pukul 15.05 WIB aksi masih terus berlangsung. Sebagian massa sudah diterima untuk audiensi dengan Pemerintah Kota Bogor.(bay)
Editor : Eka Rahmawati