RADAR BOGOR - Festival Merah Putih (FMP) kembali digelar pada 2026 dan memasuki penyelenggaraan tahun ke-11.
Selama lebih dari satu dekade, festival ini konsisten menjadi agenda tahunan yang menghidupkan semangat nasionalisme masyarakat melalui berbagai kegiatan yang melibatkan banyak elemen.
Ketua Festival Merah Putih (FMP), Syahril M. Said mengatakan, sebagian besar rangkaian acara tetap dipertahankan karena telah menjadi tradisi yang dinantikan masyarakat.
Baca Juga: Progres Penyaluran Bansos Tahap 3 Juli-September 2026, Ini Alur Verifikasi hingga Pencairan
Namun, pada tahun ini panitia juga menyiapkan sejumlah program baru yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan generasi muda.
Upacara Bendera Selama Satu Bulan Tetap Jadi Tradisi
Salah satu agenda yang kembali digelar adalah pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih di Tugu Kujang, Kota Bogor.
Kegiatan tersebut akan berlangsung setiap hari selama satu bulan penuh, mulai pagi hingga sore, sebagai simbol penghormatan terhadap Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca Juga: Mengenal Perunggu, Band yang Suarakan Realitas Pekerja Kantoran Lewat Album Memorandum
Selain itu, FMP juga tetap menghadirkan kegiatan sosial seperti donor darah yang rutin menjadi bagian dari rangkaian acara setiap tahunnya.
Kirab Merah Putih Digelar Lebih Awal pada 9 Agustus 2026
Salah satu acara yang paling dinantikan masyarakat adalah Kirab Merah Putih.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kirab tahun ini dijadwalkan berlangsung lebih awal, yakni pada 9 Agustus 2026.
Menurut Syahril M. Said, perubahan jadwal dilakukan karena setelah peringatan 17 Agustus terdapat banyak agenda lain yang harus diselenggarakan.
Oleh karena itu, panitia memutuskan memajukan pelaksanaan kirab ke awal Agustus agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lebih optimal.
Baca Juga: IFACE Bogor Luncurkan Gerakan Kreatif, Guru Diajak Jadi Konten Kreator Inspiratif
"Kegiatan yang paling ramai tahun ini akan dilaksanakan pada 9 Agustus. Jadwalnya kami majukan karena setelah tanggal 17 Agustus sudah banyak kegiatan lainnya," ujar Syahril saat di Graha Pena Radar Bogor.
Fokus Baru pada Pemberdayaan Ekonomi dan Generasi Muda
Memasuki penyelenggaraan tahun ke-11, Festival Merah Putih tidak hanya menghadirkan kegiatan seremonial, tetapi juga memperkuat program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Syahril menjelaskan, tahun ini panitia menaruh perhatian lebih besar pada pemberdayaan ekonomi masyarakat serta pengembangan potensi generasi muda.
Program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif sekaligus memperluas makna peringatan Hari Kemerdekaan.
Selain itu, Festival Merah Putih tetap mengusung semangat persatuan bangsa dengan mengajak masyarakat mengingat kembali nilai-nilai perjuangan para pahlawan selama bulan kemerdekaan.
Program Pemberdayaan Rumah Ibadah Jadi Terobosan Baru
Hal yang paling membedakan Festival Merah Putih 2026 adalah hadirnya program pemberdayaan rumah ibadah di Kota Bogor.
Program ini menjadi inovasi baru yang diharapkan dapat memperkuat peran rumah ibadah sebagai pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Tembus Ratusan Miliar! Ini 5 Sepeda Motor Termahal di Dunia yang Bikin Geleng-Geleng Kepala
Untuk tahap awal, program tersebut difokuskan di seluruh rumah ibadah yang berada di wilayah Kota Bogor.
Syahril berharap, program ini tidak hanya berhasil di Kota Bogor, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
"Kami berharap program pemberdayaan rumah ibadah ini bisa dicontoh dan diterapkan di berbagai daerah, baik di Bogor Raya maupun di seluruh Indonesia," kata Syahril M. Said.
Dengan berbagai inovasi yang dihadirkan, FMP 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim