Bagikan Pohon Alpukat untuk Rumah Ibadah di Kota Bogor, Begini Target FMP 2026

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:44 WIB
Ketua FMP 2026, Syahril M. Said menjelaskan terkait penanaman pohon Alpukat di rumah ibadah Kota Bogor.  (Foto : Radar Bogor)
Ketua FMP 2026, Syahril M. Said menjelaskan terkait penanaman pohon Alpukat di rumah ibadah Kota Bogor. (Foto : Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Festival Merah Putih (FMP) 2026 menghadirkan inovasi baru dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia. 

Tahun ini, panitia meluncurkan program pemberdayaan rumah ibadah melalui pembagian bibit pohon alpukat kepada pengelola rumah ibadah di Kota Bogor.

Ketua Festival Merah Putih (FMP) 2026, Syahril M. Said mengatakan, program tersebut dirancang agar rumah ibadah tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang berkelanjutan bagi para pengelolanya.

Alpukat Dipilih karena Cocok dengan Iklim Kota Bogor

Syahril menjelaskan, pemilihan pohon alpukat bukan tanpa alasan. 

Baca Juga: Bansos dan Subsidi Akan Terpusat di Koperasi Desa Merah Putih Mulai September 2026

Menurutnya, tanaman tersebut relatif mudah dibudidayakan, memiliki nilai ekonomi yang baik, serta buahnya digemari oleh masyarakat.

Selain itu, kondisi agroklimat Kota Bogor dinilai sangat mendukung pertumbuhan pohon alpukat sehingga peluang keberhasilannya cukup tinggi.

"Kenapa kami memilih pohon alpukat? Karena mudah ditanam, buahnya banyak diminati masyarakat, dan kondisi agroklimat Kota Bogor sangat ideal untuk tanaman tersebut," ujar Syahril saat berdialog di Graha Pena Radar Bogor.

Berpotensi Menjadi Sumber Pendapatan Rumah Ibadah

Tak hanya memberikan manfaat lingkungan, pohon alpukat juga diharapkan mampu menjadi sumber pemasukan bagi pengelola rumah ibadah dalam jangka panjang.

Berdasarkan pengalaman yang dimiliki panitia, satu pohon alpukat berusia sekitar enam hingga tujuh tahun dapat menghasilkan hingga 500 kilogram buah setiap tahun apabila dirawat dengan baik.

Baca Juga: Timnas Putri Indonesia Catatkan Sejarah di AFF Women’s Cup 2026, Pelatih : Berkat Kerja Keras!

Hasil panen tersebut dapat dimanfaatkan atau dijual, kemudian hasilnya digunakan untuk mendukung operasional rumah ibadah maupun berbagai kegiatan sosial yang dikelola oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), pengurus gereja, maupun pengelola rumah ibadah lainnya.

"Harapannya, hasil panen dari pohon alpukat ini bisa menjadi tabungan atau sumber pendapatan tambahan bagi pengelola rumah ibadah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," kata Syahril.

Dorong Kemandirian Ekonomi Berbasis Rumah Ibadah

Program pembagian bibit pohon alpukat, menjadi salah satu terobosan FMP 2026 yang menggabungkan semangat kemerdekaan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Progres Penyaluran Bansos Tahap 3 Juli-September 2026, Ini Alur Verifikasi hingga Pencairan

Melalui langkah ini, FMP ingin menghadirkan peringatan kemerdekaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis rumah ibadah di Kota Bogor. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
2026 alpukat bogor festival merah putih FMP