RADAR BOGOR - Festival Merah Putih (FMP) 2026 menghadirkan program baru, yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satunya adalah kerja sama dengan Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk menyosialisasikan program sertifikasi tanah wakaf secara gratis.
Ketua FMP 2026, Syahril M. Said mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya festival untuk tidak hanya menumbuhkan semangat nasionalisme, tetapi juga memberikan layanan yang bermanfaat bagi masyarakat dan pengelola rumah ibadah.
Kolaborasi dengan ATR/BPN Permudah Sertifikasi Tanah Wakaf
Syahril menjelaskan, panitia FMP akan memfasilitasi sosialisasi dengan mengundang berbagai unsur masyarakat, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Basolia hingga pengelola rumah ibadah.
Baca Juga: Mie Ayam Bakso Hermas, Kuliner Legendaris Bogor Sejak 1975 yang Jadi Favorit hingga Kini
Dalam kegiatan tersebut, panitia hanya bertindak sebagai fasilitator.
Sementara materi mengenai mekanisme dan persyaratan sertifikasi tanah wakaf akan disampaikan langsung oleh jajaran Kantor ATR/BPN agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat.
"Kami bekerja sama dengan Kantor ATR/BPN untuk menyosialisasikan program sertifikasi tanah wakaf secara gratis. Panitia akan mengumpulkan peserta, sementara penjelasan teknis akan disampaikan langsung oleh pihak ATR/BPN," ujar Syahril.
Dorong Kepastian Hukum Aset Rumah Ibadah
Melalui program ini, Festival Merah Putih berharap semakin banyak tanah wakaf yang memiliki sertifikat resmi sehingga memperoleh kepastian hukum dan terhindar dari potensi sengketa di kemudian hari.
Baca Juga: Timnas Putri Indonesia Catatkan Sejarah di AFF Women’s Cup 2026, Pelatih : Berkat Kerja Keras!
Selain memperkuat nilai persatuan dan kebangsaan, FMP 2026 juga ingin menghadirkan manfaat nyata melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Kerja sama dengan ATR/BPN, menjadi salah satu langkah konkret untuk membantu pengelolaan aset rumah ibadah agar lebih tertib secara administrasi dan memiliki perlindungan hukum yang jelas. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim