Wajib Tahu Nih Warga Bogor, FMP 2026 Ungkap Keberhasilan Tanam Alpukat di Rumah Ibadah jadi Pendapatan

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:19 WIB
Penjelasan manfaat Alpukat diungkapkan Ketua FMP 2026, Syahril M. Said di Graha Pena Radar Bogor.  (Foto: Radar Bogor)
Penjelasan manfaat Alpukat diungkapkan Ketua FMP 2026, Syahril M. Said di Graha Pena Radar Bogor. (Foto: Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Festival Merah Putih (FMP) 2026 tidak hanya menghadirkan semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia, tetapi juga membawa gagasan pemberdayaan ekonomi berbasis rumah ibadah. 

Program penanaman pohon alpukat menjadi salah satu inovasi yang diyakini mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Ketua Festival Merah Putih (FMP) 2026, Syahril M. Said, mengungkapkan, ide tersebut lahir setelah melihat keberhasilan sebuah program pemberdayaan masyarakat di Jawa Tengah yang memanfaatkan pohon alpukat sebagai sumber penghasilan keluarga.

Terinspirasi dari Keberhasilan Warga di Jawa Tengah

Menurut Syahril, masyarakat di salah satu daerah di Jawa Tengah berhasil meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui budidaya pohon alpukat. 

Baca Juga: Resep Nasi Wangi Fish dan Chicken Nugget: Praktis dengan Minyak Bawang Merah yang Bisa Distok

Bahkan, hasil panennya mampu membantu membiayai pendidikan anak hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Berangkat dari pengalaman tersebut, panitia Festival Merah Putih mencoba mengadaptasi konsep serupa di Kota Bogor dengan menyesuaikan kondisi wilayah yang memiliki keterbatasan lahan.

"Kami melihat ada daerah di Jawa Tengah yang berhasil memberdayakan masyarakat melalui penanaman pohon alpukat. Dari tiga pohon saja, hasilnya dapat membantu biaya pendidikan anak hingga universitas. Itu yang kemudian menginspirasi kami," kata Syahril.

Rumah Ibadah Dinilai Punya Potensi Besar

Syahril menjelaskan, berbeda dengan wilayah pedesaan yang memiliki lahan luas, Kota Bogor didominasi kawasan perkotaan sehingga ruang untuk bercocok tanam relatif terbatas. 

Karena itu, rumah ibadah dan lahan sosial dipilih sebagai lokasi yang dinilai paling memungkinkan untuk menjalankan program tersebut.

Melalui penanaman pohon alpukat, rumah ibadah diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki aset produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pengelolanya.

Sudah Diuji Sejak 5 Tahun Lalu

Syahril menegaskan, gagasan tersebut bukan sekadar konsep.

Program serupa telah diuji coba sekitar lima hingga enam tahun lalu di salah satu masjid di kawasan Cipaku, Kota Bogor.

Hasilnya, pohon alpukat tumbuh dengan baik dan menjadi bukti bahwa kondisi agroklimat Kota Bogor sangat mendukung pengembangan tanaman tersebut.

Baca Juga: Bank Dunia Estimasikan Kerusakan Gempa Bumi Venezuela Tembus 19,6 Miliar US Dollar

"Program ini sebenarnya sudah kami lakukan sekitar 5 hingga 6 tahun lalu. Salah satunya di sebuah masjid di daerah Cipaku Kota Bogor. Hasilnya, bisa dilihat langsung dan terbukti tumbuh dengan baik," ujar Syahril.

Melalui FMP 2026, panitia berharap, program penanaman pohon alpukat dapat diperluas ke lebih banyak rumah ibadah di Kota Bogor. 

Selain memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, langkah ini juga diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan bagi pengelola rumah ibadah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
alpukat bogor festival merah putih FMP