RADAR BOGOR - Festival Merah Putih (FMP) 2026, menghadirkan program baru yang menggabungkan semangat pelestarian lingkungan dengan peran rumah ibadah sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Melalui program ini, panitia menargetkan penanaman pohon alpukat di puluhan persen rumah ibadah yang tersebar di Kota Bogor sebagai langkah awal menciptakan kawasan hijau berbasis komunitas.
Ketua Festival Merah Putih (FMP) 2026, Syahril M. Said mengatakan, program tersebut merupakan tahap awal atau pilot project yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa maupun kampung tematik di masa mendatang.
Baca Juga: Siap Meluncur di GIIAS 2026, Intip Ketangguhan iCAR V27 REEV, SUV Listrik Bertenaga 448 HP
Menurut Syahril, berdasarkan hasil pendataan dan konsultasi yang dilakukan panitia, jumlah rumah ibadah di Kota Bogor mencapai sekitar 1.117 lokasi.
Pada tahun pertama pelaksanaan program, panitia menargetkan sekitar 30 hingga 40 persen rumah ibadah akan ditanami pohon alpukat.
"Ini adalah tahun pertama kami memulai program ini. Target awalnya sekitar 30 sampai 40 persen rumah ibadah akan ditanami pohon alpukat. Selanjutnya akan terus kami lanjutkan pada tahun-tahun berikutnya," ujar Syahril di Graha Pena Radar Bogor.
Rumah Ibadah Dipilih karena Menjadi Pusat Aktivitas Masyarakat
Syahril menjelaskan, pemilihan rumah ibadah bukan tanpa alasan.
Menurutnya, rumah ibadah merupakan tempat yang hampir pasti dikunjungi masyarakat, sehingga memiliki potensi besar untuk menjadi pusat edukasi lingkungan sekaligus mendorong gerakan penghijauan.
Baca Juga: Inspirasi Bekal, Resep Ayam Saus Singapura, Praktis dan Mudah Dibuat
Ia menilai, setiap orang setidaknya akan mengunjungi rumah ibadah minimal satu kali dalam setahun.
Dengan kondisi tersebut, keberadaan pohon alpukat di lingkungan rumah ibadah diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk ikut menanam pohon di lingkungan masing-masing.
Selain itu, program tersebut juga menjadi solusi pemanfaatan lahan-lahan yang selama ini belum digunakan secara optimal, termasuk ruang terbuka di kawasan perumahan.
Diharapkan Menjadi Inspirasi bagi Kampung Tematik
Lebih lanjut, Syahril berharap program penanaman pohon alpukat tidak hanya berhenti di lingkungan rumah ibadah.
Baca Juga: KNPI Parungpanjang Bogor Siapkan 7 Program Demi Kemajuan Pemuda
Setelah tahap awal berjalan dengan baik, konsep serupa diharapkan dapat direplikasi di berbagai desa dan kampung tematik di Kota Bogor.
Melalui langkah sederhana tersebut, FMP 2026 ingin menghadirkan gerakan penghijauan yang melibatkan masyarakat secara langsung sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim