459 Pendidik Ikuti Webinar AI ILUNI Sekolah Pascasarjana Unpak, Bahas Masa Depan Budaya Sekolah

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 22:17 WIB
Webinar AI ILUNI Sekolah Pascasarjana Unpak.
Webinar AI ILUNI Sekolah Pascasarjana Unpak.

RADAR BOGOR - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin mengubah wajah pendidikan. 

Teknologi yang berkembang pesat menghadirkan peluang besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan baru dalam menjaga karakter, budaya sekolah, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Ikatan Alumni (ILUNI) Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan (Unpak) Bogor menggelar Webinar Nasional Pendidikan bertajuk "Transformasi Budaya Sekolah di Era Artificial Intelligence (AI): Mewujudkan Ekosistem Pembelajaran Mendalam yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berkarakter" pada Sabtu, 25 Juli 2026, melalui platform Zoom Meeting.

Baca Juga: Disdukcapil Kabupaten Bogor Buka 100 Kuota Layanan Minggu untuk Urus Dokumen Kependudukan

Kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. 

Sebanyak 459 peserta mengikuti webinar hingga selesai. 

Peserta berasal dari berbagai provinsi, kota, dan kabupaten di Indonesia dengan latar belakang yang beragam, mulai dari guru PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, dosen, mahasiswa jenjang S1 hingga S3, kepala sekolah, pengawas sekolah, praktisi pendidikan, pemerhati pendidikan, hingga pengambil kebijakan di sektor pendidikan.

Antusiasme Tinggi Sejak Awal Webinar

Sejak sesi pembukaan dimulai, ruang virtual dipenuhi peserta yang aktif menyimak setiap rangkaian acara. 

Mulai dari penyampaian materi, diskusi panel, hingga sesi tanya jawab berlangsung interaktif. 

Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan para narasumber mengenai implementasi AI dalam pembelajaran, penguatan budaya sekolah, serta strategi membangun karakter peserta didik di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.

Webinar dibuka melalui Opening Speech oleh Erpan Purnama, yang menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kecanggihan teknologi.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan juga ditentukan oleh sinergi seluruh pemangku kepentingan agar sekolah tetap menjadi lingkungan yang aman, nyaman, sekaligus mampu melahirkan generasi yang memiliki integritas dan karakter kuat.

AI Tidak Bisa Dihindari, Budaya Sekolah Harus Diperkuat

Sebagai Keynote Speaker, Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si menekankan, kehadiran Artificial Intelligence merupakan sebuah keniscayaan yang harus direspons secara bijaksana oleh dunia pendidikan.

Ia menjelaskan, sekolah tidak boleh sekadar beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga harus mempertahankan fungsi utamanya sebagai tempat pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.

Menurut Sri Setyaningsih, budaya sekolah yang kuat menjadi fondasi utama dalam menciptakan ekosistem pembelajaran mendalam (deep learning) yang adaptif, kolaboratif, serta mampu menjawab kebutuhan masa depan.

Soroti Pentingnya Transformasi Budaya Sekolah

Materi pertama disampaikan oleh Eri Sarimanah yang membahas transformasi budaya sekolah sebagai strategi menghadapi perubahan zaman.

Baca Juga: Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Pakansari Bogor, Polisi Siapkan 59 Personel dan Rekayasa Lalu Lintas

Ia menjelaskan, budaya sekolah tidak hanya diwujudkan melalui tata tertib atau kebiasaan sehari-hari, melainkan juga tercermin dari pola pikir seluruh warga sekolah untuk terus belajar, berinovasi, serta membangun kolaborasi yang sehat.

Menurutnya, lingkungan belajar yang positif akan melahirkan peserta didik yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter yang kuat dan siap menghadapi tantangan global.

Agus Rohiman: AI Harus Menjadi Pendukung, Bukan Pengganti Guru

Pada sesi berikutnya, Agus Rohiman memaparkan materi mengenai implementasi pembelajaran mendalam di era Artificial Intelligence.

Ia mengajak para pendidik memanfaatkan AI sebagai alat pendukung proses belajar mengajar, bukan menggantikan peran guru.

Menurut Agus Rohiman, guru tetap memiliki posisi sentral sebagai pembimbing, inspirator, sekaligus penanam nilai moral kepada peserta didik. 

Pemanfaatan AI harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses pengetahuan, serta mendorong kreativitas siswa.

Diskusi Interaktif Bahas Etika AI hingga Penguatan Karakter

Jalannya diskusi dipandu oleh Darojat sebagai Moderator 1 dan Made Sumiati sebagai Moderator 2. 

Keduanya berhasil menjaga dinamika diskusi tetap hidup sehingga peserta dapat mengikuti pembahasan secara sistematis.

Sementara itu, seluruh rangkaian acara dipandu oleh Dwi Roro Wulan selaku host yang memastikan setiap sesi berlangsung tertib, lancar, dan profesional.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah forum diskusi interaktif yang dipandu langsung oleh Ketua Umum ILUNI Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, A. Samsul Anwar.

Dalam sesi tersebut, peserta menyampaikan berbagai pertanyaan berdasarkan pengalaman di sekolah masing-masing. 

Topik yang dibahas meliputi etika penggunaan Artificial Intelligence dalam pembelajaran, kesiapan guru menghadapi transformasi digital, strategi membangun budaya sekolah yang adaptif, hingga cara menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dengan penguatan karakter peserta didik.

Para narasumber memberikan jawaban secara komprehensif disertai contoh implementasi yang dapat diterapkan di berbagai jenjang pendidikan.

Webinar Harus Melahirkan Kolaborasi Nyata

Dalam penutupan kegiatan, Ketua Umum ILUNI Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, A. Samsul Anwar, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, besarnya antusiasme tersebut menunjukkan bahwa transformasi pendidikan merupakan isu strategis yang membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, alumni, praktisi pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan.

Ia berharap, webinar ini tidak berhenti sebagai forum berbagi gagasan, melainkan menjadi awal lahirnya berbagai kolaborasi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

"Perkembangan Artificial Intelligence harus disikapi dengan kesiapan sumber daya manusia, penguatan budaya sekolah, serta komitmen bersama untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna," ujarnya.

Komitmen Bersama Membangun Pendidikan Indonesia

Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan apresiasi kepada keynote speaker, para narasumber, moderator, host, dan seluruh peserta yang telah berkontribusi menyukseskan webinar.

Keberhasilan penyelenggaraan Webinar Nasional Pendidikan ini menjadi bukti, kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, dan praktisi pendidikan mampu menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang berkualitas.

Baca Juga: Jelang AFF 2026, Stadion Pakansari Bogor Dipoles Total: Lampu, Lapangan hingga Fasilitas Pemain Siap Sambut Garuda

Dengan melibatkan 459 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, webinar yang diselenggarakan ILUNI Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan Bogor tidak hanya menjadi wadah bertukar gagasan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya sekolah yang adaptif, kolaboratif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan era Artificial Intelligence.

Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat apresiasi positif dari peserta yang berharap, forum serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
bogor ai Universitas Pakuan Unpak