Yantie Rachim Terus Kembangkan Metode Serbukatif di Kota Bogor, Hadirkan Edukasi Kreatif

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 17:22 WIB
Ketua TP PKK Kota Bogor yang juga founder gerakan Serbukatif Yantie Rachim saat hadir  puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Bogor di Alun-alun Kota Bogor. (Dok. Pemkot Bogor)
Ketua TP PKK Kota Bogor yang juga founder gerakan Serbukatif Yantie Rachim saat hadir  puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Bogor di Alun-alun Kota Bogor. (Dok. Pemkot Bogor)

RADAR BOGOR - Suasana puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Bogor di Alun-alun Kota Bogor, Sabtu, 25 Juli 2026 tidak hanya dipenuhi kegiatan hiburan, tetapi juga menghadirkan berbagai wahana pembelajaran interaktif bagi anak-anak.

Pemerintah Kota Bogor memanfaatkan momentum tersebut dengan menyuguhkan sejumlah stan edukatif yang dikemas melalui pendekatan edutainment.

Salah satu stan yang menarik perhatian pengunjung adalah Gerakan Seribu Kata Positif (Serbukatif). Melalui berbagai media pembelajaran, anak-anak diajak mengenal pentingnya membiasakan penggunaan bahasa yang santun dan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Gerakan Serbukatif sendiri digagas oleh Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, sejak 2023. Sejak diluncurkan, program tersebut terus diperluas melalui kegiatan di berbagai sekolah hingga melibatkan para duta yang berperan mengampanyekan nilai-nilai positif kepada sesama pelajar.

Dalam kegiatan Hari Anak Nasional tersebut, Duta Serbukatif dari SMPN 2 Kota Bogor turut berpartisipasi. Tim yang dipimpin Aiko Kanaya bersama Sherlita, Alea, dan Dela memperkenalkan berbagai metode pembelajaran yang telah diterapkan di sekolah.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Kritisi Selokan Penuh Sampah di SMAN 1 Babakanmadang Bogor

Aiko mengatakan terdapat berbagai edutainment dari gerakan Serbukatif yang diaplikasikan pada berbagai media seperti smartboard, permainan tradisional, hingga berbagai konsep yang dikreasikan oleh para guru dan siswa.

Menurut Aiko penerapan Gerakan Serbukatif mulai membentuk kebiasaan baru di lingkungan sekolah maupun pergaulan anak-anak dan para pelajar kini semakin terbiasa menggunakan kalimat yang positif sekaligus saling mengingatkan ketika ada teman yang hendak mengucapkan perkataan yang kurang baik.

"Ini juga menimbulkan kepedulian satu sama lain, misal ada yang kesal dengan temannya sebelum dia mengeluarkan kata-kata tidak pantas sudah mengatakan agar sabar, dan pakai kata-kata baik, kita ingatkan Serbukatif," ujar Aiko dalam keterangannya di laman resmi Pemerintah Kota Bogor.

Aiko menyebut sesuatu yang positif maka akan berdampak baik dan itu yang akan terus diingatkannya serta menyebar ke anak-anak lainnya.

Sementara itu, Yantie Rachim mengatakan bahwa Gerakan Serbukatif terus mengalami penyempurnaan agar penyampaiannya lebih mudah diterima anak-anak. Jika pada awalnya hanya berupa kampanye penggunaan kata-kata positif, kini program tersebut dikembangkan melalui berbagai permainan edukatif yang melibatkan kreativitas siswa dan guru.

Yantie menyampaikan semula ini hanya gerakan saja, kemudian dikembangkan dengan metode ataupun pola penyampaian melalui permainan edukasi.

"Anak-anak, atau pelajar ini diberikan keleluasaan dengan pendampingan para guru untuk juga berkreasi dengan modul yang ada dari tim Serbukatif ini," jelas Yantie Rachim.

Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pendidikan karakter sekaligus membentuk budi pekerti anak sejak usia dini. Saat ini, Gerakan Serbukatif juga sedang memasuki tahap kajian untuk mengukur efektivitas program, termasuk dampaknya terhadap perkembangan karakter dan perilaku anak di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Yantie Rachim mengaku senang melihat antusias serta kemampuan anak-anak hingga, kebahagiaan mereka yang diharapka terus berkembang dan berlanjut.

"Kami juga ada dari tim luar lagi bikin kajian tentang Serbukatif, jadi mereka turun ke sekolah-sekolah mencari responden gitu, nanti terlihat bagaimana dampaknya untuk anak-anak dan tumbuh kembang anak-anak menjadi dewasa dan keberadaannya di lingkungan masyarakat," jelasnya.

Editor : Eka Rahmawati
Serbukatif Yantie Rachim bogor