Cegah Bullying dari Rumah, Alisa Khadijah Bogor Dorong Komunikasi Orang Tua dan Anak

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 09:40 WIB
Alisa Khadijah ICMI Bogor Raya dalam puncak perayaan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Bogor. (Foto: Panitia for Radar Bogor)
Alisa Khadijah ICMI Bogor Raya dalam puncak perayaan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Bogor. (Foto: Panitia for Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Upaya mencegah bullying terhadap anak perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak dinilai menjadi salah satu kunci membangun keluarga yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Pesan itu disampaikan Alisa Khadijah ICMI Bogor Raya dalam puncak perayaan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Bogor 2026 di Alun-Alun Kota Bogor, Sabtu 25 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Alisa Khadijah ICMI menghadirkan stan konseling keluarga. Layanan itu menjadi ruang dialog bagi orang tua dan anak untuk membangun komunikasi yang lebih positif.

Ketua Alisa Khadijah ICMI Kabupaten Bogor, Dewi Puspasari, mengatakan konseling tersebut bertujuan membantu orang tua dan anak saling memahami.

Komunikasi yang baik diharapkan dapat mempererat hubungan keluarga sekaligus mencegah kekerasan di dalam rumah.

Baca Juga: Jadi Jembatan Informasi, Peran KIM di Kelurahan Ranggamekar Kota Bogor Diperkuat

Alisa Khadijah ICMI membuka stan konseling untuk orang tua dan anak dengan harapan dapat membuka ruang komunikasi yang positif.

"Melalui konseling ini, orang tua dan anak dapat saling memahami sehingga terbangun hubungan yang erat dan harmonis demi mencegah terjadinya kekerasan di dalam rumah tangga,” ujar Dewi.

Dalam pelaksanaannya, Alisa Khadijah berkolaborasi dengan Satpol PP Kota Bogor melalui program Satpol PP Peduli Anak. Mereka juga menggandeng Yayasan Rumah Kedua melalui program My Buddy.

Dewi berharap kolaborasi tersebut dapat berlanjut dan memberikan kontribusi dalam menekan kekerasan terhadap anak dan KDRT.

“Harapannya, kolaborasi berkelanjutan ini dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka kekerasan terhadap anak dan KDRT. Kami ingin Kota dan Kabupaten Bogor menjadi wilayah yang aman serta nyaman bagi anak, perempuan, dan lansia,” katanya.

Program konseling edukatif tersebut juga akan diperluas ke berbagai lembaga pendidikan di Kota dan Kabupaten Bogor. Sasarannya mencakup sekolah negeri, swasta, hingga sekolah berbasis Islam.

Dewi menilai keluarga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan perilaku anak. Karena itu, komunikasi antara ayah, ibu, dan anak perlu dibangun sejak dini.

“Komunikasi antara ayah dan ibu, serta orang tua dan anak adalah kunci utama. Ketika komunikasi terputus, timbul miskomunikasi yang berpotensi memicu KDRT. Intinya, rumah adalah sekolah utama bagi anak. Kita ingin wujudkan prinsip: ‘Rumah Damai, Bullying Usai’,” tegasnya.

Ketua Alisa Khadijah ICMI Kota Bogor, Haiva Muzdalifa, turut menyoroti pentingnya ketahanan keluarga.

Sebagai bagian dari ikatan perempuan pengusaha, Haiva menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas bisnis dan peran dalam rumah tangga.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat KDM Janji Bangun 3 Ruang Kelas Baru di SMAN 1 Babakanmadang Bogor

Menurutnya, dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang perempuan.

Keseimbangan tersebut diperlukan agar aktivitas di ruang publik tetap berjalan tanpa mengabaikan peran dalam keluarga.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie Rachim menegaskan pemenuhan hak anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. 

Tanggung jawab tersebut mencakup orang tua, guru, masyarakat, hingga pemerintah melalui kebijakan yang ramah anak.

“Cintai anak-anak dari lubuk hati paling dalam. Bimbing, lindungi, dan sejahterakan mereka. Punya anak bukan sekadar urusan pernikahan, tetapi ada tanggung jawab lahir dan batin sampai mereka mandiri,” pesan Dedie. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
kota bogor bullying Alisa Khadijah