Wajah Alun-Alun Empang Kota Bogor Mulai Berubah, Lahan Sudah Dibersihkan

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 22:38 WIB
Proyek penataan kawasan Alun-alun Empang Bogor saat ini berada pada tahap awal pembersihan lahan dan persiapan desain menyeluruh oleh Pemerintah Kota Bogor. (Sofiansyah/Radar Bogor)
Proyek penataan kawasan Alun-alun Empang Bogor saat ini berada pada tahap awal pembersihan lahan dan persiapan desain menyeluruh oleh Pemerintah Kota Bogor. (Sofiansyah/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Wajah kawasan Alun-Alun Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor mulai berubah, lahan yang sebelumnya dipenuhi rumput kini sudah dibersihkan dan diratakan sebagai bagian dari tahap awal penataan kawasan.

Pantauan Radar Bogor di lokasi menunjukkan area alun-alun kini tampak lebih terbuka. Rumput yang sebelumnya memenuhi lahan telah dibersihkan. Permukaan tanah juga terlihat lebih rata dan lapang.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, mengatakan pembersihan lahan menjadi bagian dari proses awal penataan kawasan yang sudah lama dinantikan masyarakat.

“Artinya, rencana lama yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat sekitar Empang akhirnya bisa direalisasikan,” kata Chusnul beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Sumur Warga Mengering Imbas Kemarau, 145 KK di Sukaresmi Kota Bogor Krisis Air Bersih

Menurutnya, Pemkot Bogor sebelumnya ingin menata kawasan tersebut. Namun, prosesnya terkendala status lahan. Penataan baru dapat direalisasikan setelah adanya penetapan nazhir wakaf.

“Sebenarnya sejak dulu kami ingin menata kawasan ini, tetapi terkendala status lahannya, sekarang, nazhir yang baru telah meminta agar Pemkot mengelola kawasan ini untuk ditata secara menyeluruh,” ujar 

Chusnul menyebut Pemkot Bogor merespons permintaan tersebut dengan baik. Penataan akan dilakukan secara menyeluruh agar kawasan Alun-alun Empang dapat kembali berfungsi sebagai ruang publik.

“Tentu kami merespons hal tersebut dengan baik,” katanya.

Kawasan Alun-alun Empang memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi dan nantinya akan ditata dengan konsep ruang terbuka hijau yang tetap mempertahankan karakter dan nilai sejarah Empang.

Chusnul mengatakan penataan tidak hanya menyasar area taman, Pemkot Bogor akan mengatur fasilitas pendukung, termasuk area parkir dan pedagang yang selama ini beraktivitas di sekitar kawasan.

“Secara komprehensif nanti akan kita desain secara menyeluruh, mulai dari tamannya, area parkir, pelestarian kawasan, hingga penataan pedagang,” jelasnya.

Menurut Chusnul, sejumlah pedagang yang sudah lama berjualan di kawasan tersebut juga akan menjadi bagian dari penataan. Salah satunya pedagang legendaris yang selama ini dikenal masyarakat sekitar.

“Termasuk pedagang legendaris yang sudah lama berjualan di sini, seperti pedagang daging kambing. Itu semua akan kita tata,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan penataan Alun-alun Empang memiliki arti penting karena kawasan tersebut memiliki nilai historis bagi Kota Bogor.

Di tempat itulah kata Dedie dimulainya Pemerintahan di Kota Bogor pada masa pemerintahan kolonial Belanda dan saat ini ada kesempatan untuk ditata.

Ia menyebut kawasan tersebut nantinya tetap mengakomodasi kebutuhan masyarakat, termasuk area parkir dan sentra kuliner UMKM.

Menurutnya, karena perkembangan zaman yang cukup pesat, ada kebutuhan, seperti area parkir dan sentra kuliner UMKM yang juga akan diakomodasi.

Adapun, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kota Bogor akan melakukan pendataan pedagang. Dinas Perhubungan juga akan mendata kebutuhan lahan parkir.

Kawasan Alun-alun Empang juga berada di sekitar Masjid Agung At Thohiriyah yang telah berdiri sejak 1816 dan penataan kawasan diharapkan tetap menjaga nilai sejarah serta menyediakan ruang publik bagi masyarakat. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
bogor lahan Alun-Alun Empang