Karjito mengantongi 171 suara dan unggul cukup jauh dari petahana Cecep Fajar yang memperoleh 96 suara dalam pemilihan tersebut.
Usai terpilih, Karjito langsung menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat organisasi. Ia akan berkoordinasi dengan seluruh bidang dan menggelar rapat bersama pengurus baru pada pekan depan.
“Langkah pertama, saya akan berkoordinasi dengan seluruh bidang. Saya merencanakan rapat dengan pengurus yang baru pada minggu depan,” kata Karjito.
Koordinasi tersebut akan melibatkan seluruh lini usaha yang berada di bawah Hiswana Migas DPC Bogor. Mulai dari pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), agen LPG PSO, agen LPG Non-PSO, hingga Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE).
Baca Juga: Wamenkes Puji Kinerja Puskesmas dan Kader Kota Bogor dalam Pengendalian TBC
Karjito menyebut penguatan koordinasi penting karena tantangan distribusi energi ke depan semakin kompleks. Kondisi saat ini berbeda dengan periode 2010-2020. Terlebih dengan adanya implementasi kebijakan B-50 yang berpotensi memengaruhi dinamika distribusi dan operasional.
Pengalaman menangani persoalan distribusi juga menjadi modal Karjito. Sebelum terpilih di Bogor, ia pernah memimpin Hiswana Migas di Bekasi.
Menurutnya, pengalaman tersebut membantu dirinya memahami persoalan yang dihadapi anggota, termasuk menjaga kelancaran distribusi BBM ketika terjadi gangguan di jalur transportasi.
Ia mencontohkan kondisi saat pembangunan Jalan Tol Mohammed Bin Zayed (MBZ) serta pengamanan jalur distribusi pascainsiden mobil tangki di Cibubur. Saat itu, koordinasi dengan berbagai pihak diperlukan agar distribusi BBM tetap berjalan.
“Kita harus bekerja lebih keras karena dinamika sekarang sudah berbeda dibanding 2010-2020, apalagi dengan implementasi kebijakan B50,” jelasnya.
Karjito juga menargetkan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebagai mitra strategis Pertamina dan pemerintah, Hiswana Migas menurutnya tidak hanya perlu memperhatikan kesejahteraan anggota, tetapi juga memastikan pelayanan kepada konsumen terus membaik.
Salah satu rencana yang disiapkan yakni membuka wadah pengaduan bagi masyarakat. Kanal tersebut dapat berbentuk layanan WhatsApp, aplikasi, maupun media lainnya.
“Kalau ada keluhan atau aspirasi dari masyarakat terkait pelayanan, seperti isu pasokan BBM atau dampak situasi global saat ini, ke depannya kita akan sediakan wadah khusus,” katanya.
Karjito juga membawa pengalaman kolaborasi dengan media saat memimpin Hiswana Migas di Bekasi. Ia menyebut komunikasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan media menjadi salah satu strategi untuk menjaga kelancaran operasional serta menyelesaikan persoalan di lapangan.
Ia berharap pola tersebut dapat diterapkan di Bogor dengan hasil yang lebih baik. Karjito bahkan menargetkan satu periode kepemimpinannya cukup untuk membuktikan program yang telah disiapkan.
Sementara itu, Ketua Hiswana Migas DPC Bogor periode 2022-2026, Cecep Fajar, berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat kekompakan organisasi.
Ia menilai sejumlah program pada periode sebelumnya yang belum tercapai perlu dilanjutkan. Apalagi anggota Hiswana Migas berasal dari berbagai lini usaha sehingga membutuhkan koordinasi dan kebersamaan yang kuat.
“Semoga dengan terpilihnya Pak Karjito, kawan-kawan di Bogor bisa semakin solid, semakin guyub, dan tentunya banyak program-program yang semakin bermanfaat untuk masyarakat dan anggota,” ujar Cecep.
Cecep juga mengingatkan tantangan organisasi ke depan semakin berat, terutama dalam menghadapi digitalisasi. Ia berharap kepengurusan baru dapat mengantisipasi perubahan tersebut dan menjaga organisasi tetap solid.
Muscab VII Hiswana Migas DPC Bogor sebelumnya dibuka Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di IPB International Convention Center (IICC) Botani Square, Rabu, 29 Juli 2026.
Dalam kesempatan itu, Dedie mengapresiasi kepengurusan Hiswana Migas Bogor periode 2022-2026 di bawah kepemimpinan Cecep Fajar. Menurutnya, komunikasi yang dibangun dengan Pertamina dan pemerintah daerah selama empat tahun terakhir berperan dalam menjaga kelancaran pasokan minyak dan gas di wilayah Bogor.
Dedie menyebut Kota dan Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah dengan pasokan LPG subsidi terbesar di Indonesia. Karena itu, ia meminta komunikasi antara Hiswana Migas, Pertamina, dan pemerintah daerah terus dijaga.
Dedie juga mengingatkan para agen dan pengusaha agar menjaga integritas dalam menjalankan usaha. Ia meminta tidak ada praktik menyembunyikan pasokan maupun pengoplosan yang dapat merugikan masyarakat.
“Jangan sampai pasokan disembunyikan atau dioplos sehingga menyulitkan rakyat,” tegas Dedie.
Muscab VII Hiswana Migas DPC Bogor juga menjadi momentum pergantian kepemimpinan dari Cecep Fajar ke Karjito. Kepengurusan baru periode 2026-2030 diharapkan mampu menjawab tantangan distribusi energi sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.(uma)
Editor : Eka Rahmawati