RADAR BOGOR - Kampung Warban RW 05, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, menorehkan prestasi membanggakan. Kampung binaan Desa Sejahtera Astra (DSA) itu berhasil masuk 25 besar nominasi Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama Nasional dan menjalani verifikasi lapangan, Kamis, 30 Juli 2027, sebagai salah satu tahapan menuju penghargaan tingkat nasional.
Verifikasi tersebut menjadi salah satu tahapan penilaian menuju penghargaan ProKlim Utama Nasional.
Kegiatan dihadiri Tim Verifikasi ProKlim Provinsi Jawa Barat, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Kecamatan Bogor Selatan, Kelurahan Bondongan, Tim Astra Nasional, AFFCO Grup Astra Bogor, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), PKK, pengurus RT/RW, pengelola TPS3R, tokoh masyarakat, hingga warga Kampung Warban.
Wakil Ketua AFFCO Grup Astra Bogor, Vicar Aji Sasmita, mengaku bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Kampung Warban membuktikan besarnya komitmen masyarakat dalam membangun kampung yang mandiri dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kebakaran Lahap 9,7 Hektare Lahan Alang-alang di Cileungsi Bogor, Nyaris Merembet ke Perumahan
"Kami bangga DSA Warban berhasil masuk 25 besar nominasi ProKlim Utama Nasional. Semoga ke depan kampung ini semakin mandiri, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga lingkungan, sekaligus menjadi contoh bagi wilayah lain," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Local Champion DSA Warban, Yehezkiel, memaparkan perjalanan Kampung Warban hingga masuk nominasi ProKlim Utama Nasional. Ia menjelaskan, pengembangan Program Kampung Iklim dimulai sejak 2020 melalui berbagai kegiatan lingkungan berbasis masyarakat.
Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan ProKlim Madya pada 2022. Sejak itu, berbagai inovasi dan kolaborasi terus dikembangkan hingga akhirnya Kampung Warban lolos sebagai salah satu dari 25 besar nominasi ProKlim Utama Nasional tahun 2026.
Menurut Yehezkiel, keberhasilan tersebut lahir dari semangat gotong royong warga dalam menjalankan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Pada sektor adaptasi, masyarakat mengembangkan pemanenan air hujan, sumur resapan, biopori, urban farming, pekarangan produktif, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga berbagai program kesehatan lingkungan.
Sementara pada sektor mitigasi, warga mengembangkan pengelolaan sampah melalui TPS3R, budidaya maggot, komposting, penghijauan kawasan, penggunaan lampu hemat energi, serta penanaman pohon secara berkelanjutan.
"ProKlim bukan sekadar mengejar penghargaan. Yang paling penting adalah membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, mengelola sampah, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan kampung yang tangguh menghadapi perubahan iklim," kata Yehezkiel.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Konservasi dan Perubahan Iklim di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor Muhamad Haris, menilai perubahan iklim kini menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.
Menurutnya, meningkatnya suhu udara menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari tingkat masyarakat.
"Program Kampung Iklim menjadi langkah konkret untuk membangun budaya peduli lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim," ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Tim Verifikasi ProKlim Provinsi Jawa Barat. Mereka menilai keberhasilan Kampung Warban tidak lepas dari kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat yang terus dijaga secara konsisten.
"Masuk 25 besar nominasi nasional merupakan pencapaian yang membanggakan dan diharapkan menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain untuk terus bergerak menjaga lingkungan," ujar Ketua Tim Verifikasi ProKlim Provinsi Jawa Barat.
Berbagai program tersebut kini mulai memberikan dampak nyata. Selain lingkungan yang semakin hijau dan bersih, pengelolaan sampah lebih tertata, daya resap air meningkat, ketahanan pangan keluarga bertambah, hingga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ke depan, Kampung Warban akan terus memperkuat Program Kampung Iklim melalui peningkatan partisipasi masyarakat, pengembangan ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah, penghijauan kawasan, serta kolaborasi dengan pemerintah, Astra, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan.(ded)
Editor : Eka Rahmawati