Tren Olahraga Baru Anak Muda di Bogor, Lari Tak Lupa Unggah Medsos

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 18:37 WIB
Ilustrasi: Warga saat olahraga di Jalur SSA Kebun Raya Bogor. (Sofiansyah/Radar Bogor)
Ilustrasi: Warga saat olahraga di Jalur SSA Kebun Raya Bogor. (Sofiansyah/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Lari menjadi olahraga yang semakin digemari oleh anak muda di Bogor. Massifnya perkembangan media sosial membuat mereka getol melakukan aktivitas tersebut.

Hasil Jarak lari yang ditempuh, kerap jadi bahan konten. Apalagi, banyak aplikasi yang memudahkan para pelari untuk menghitung langkahnya.

Unggahan di media sosial itu bukan untuk sekadar gaya, tetapi bagian dari motivasi diri agar bisa lebih semangat menempuh jarak yang lebih jauh.

“Bahkan bisa memotivasi orang lain, beberapa teman saya ada yang jadi suka lari karena lihat postingan Strava saya,” kata Firman Maulana, pemuda Asal Bogor.

Firman baru mulai aktif lari lima bulan lalu. Lagi-lagi niat itu muncul, lantaran melihat konten-konten olahraga yang mampir di laman media sosialnya.

Baca Juga: Lahan Pertanian di Kota Bogor Menyusut, Anggota Komisi IV DPR Minta Izin Perumahan Dikendalikan

Niat itu semakin menguat karena banyak rekannya yang sudah lebih dulu menggeluti olahraga lari, ditambah, ia sering merasa sakit badan saat bekerja.

“Dulu sering ngantuk kalau kerja, tapi semenjak sering lari, sekarang badan lebih terasa segar, tidur juga lebih teratur,” ucap Firman kepada Radar Bogor.

Saat menjajal lari pertama kalinya, ia hanya sanggup 200 meter, napasnya langsung terengah-engah, tetapi motivasi untuk hidup lebih sehat justru semakin menguat.

Saat ini, pemuda berusia 26 tahun itu sudah punya jadwal sendiri untuk lari, saban hari, ia selalu meluangkan waktunya untuk sekadar lari-lari kecil.

“Senin sampai Jumat 5 Km kalau Sabtu Minggu 10 KM, jarak terjauh yang pernah saya tempuh itu diangka 21 Km,” ungkap Firman.

Capaiannya itu, kini membuatnya percaya diri untuk berburu event-event lari, ia bahkan rela mengeluarkan uang untuk bisa terlibat dalam event-event tersebut.

“Jadi kalau event itu adrenalinnya beda, kalau per event itu paling murah Rp175 ribu, uda dapet medali, jersey sama vitamin,” terang Firman.

Outfit lari Firman juga tak main-main, sepatu yang kerap digunakannya bisa dibandrol mulai dari harga Rp300 hingga Rp350 ribu.

“Tapi kalau yang lain ada yang sampai jutaan, karena sepatunya khususkan, bantalannya tebal itu biasa dipakai sama pelari-pelari kategori elit,” jelasnya.

Belum lagi pakaian yang dikenakan, lari bisa terasa nyaman kalau baju tersebut bisa menyerap keringat dan harga paling murahnya saja Rp150 ribu.

“Baju tergantung yang penting bisa nyerap panas, di kisaran harga Rp150 hingga Rp200 ribu, tapi yang terpenting mulai dulu aja, nanti juga ketagihan,” pungkasnya. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
bogor lari tren