RADAR BOGOR - Mengurus layanan penyedotan lumpur tinja di Kota Bogor kini tak lagi harus dilakukan dengan proses pembayaran tunai.
UPTD Pengelolaan Air Limbah (PAL) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor terus mengembangkan Sistem Informasi Sedot Tinja (Sisninja) dengan menghadirkan fitur pembayaran digital menggunakan mobile banking dan QRIS.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan publik berbasis digital yang bertujuan memberikan pelayanan sanitasi yang lebih cepat, mudah, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat.
Baca Juga: PKH Tahap 3 Mulai Cair di KKS Bank BRI, Cek Bukti Pencairan dari Berbagai Daerah
Inovator Sisninja, Muhammad Inoki menjelaskan, pengembangan sistem dilatarbelakangi oleh perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin terbiasa melakukan transaksi secara non-tunai.
Menurutnya, layanan publik juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi agar pelayanan semakin efektif.
"Pengembangan Sisninja berangkat dari kebutuhan meningkatkan kualitas layanan sanitasi yang cepat, mudah, dan transparan. Integrasi pembayaran digital menjadi solusi agar masyarakat dapat mengakses layanan dengan lebih nyaman sekaligus meningkatkan akuntabilitas pengelolaan," ujar Muhammad Inoki, selaku Inovator SISNINJA dari UPTD Pengelolaan Air Limbah Dinas PUPR Kota Bogor.
Dikembangkan Sejak 2022, Kini Makin Lengkap
Sisninja sebenarnya, telah digunakan sejak 2022 sebagai sistem informasi sanitasi terintegrasi yang membantu pengelolaan layanan air limbah di Kota Bogor.
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi informasi, aplikasi tersebut terus disempurnakan melalui berbagai evaluasi.
Saat ini, ekosistem Sisninja telah didukung database terintegrasi berbasis REST API yang memungkinkan pertukaran data dengan berbagai aplikasi lain.
Sistem tersebut juga dilengkapi website informasi, aplikasi Android SI-IPAL, aplikasi MY-IPAL untuk operator lapangan, hingga dashboard manajemen sebagai pusat pengawasan layanan.
Pengembangan terbaru difokuskan pada integrasi pembayaran digital agar seluruh proses pelayanan dapat berlangsung dalam satu sistem yang saling terhubung.
Bayar Lewat QRIS, Proses Lebih Cepat dan Transparan
Melalui pembaruan ini, masyarakat dapat memesan layanan penyedotan lumpur tinja melalui aplikasi maupun website.
Baca Juga: Healing di Hutan Mangrove, Cerita dari Taman Wisata Alam Angke Kapuk
Setelah jadwal pelayanan ditetapkan secara otomatis, sistem akan menerbitkan kode pembayaran atau QRIS yang bisa langsung digunakan melalui aplikasi mobile banking maupun dompet digital.
Begitu transaksi berhasil dilakukan, sistem akan otomatis memperbarui status pembayaran, mengirimkan notifikasi kepada pelanggan dan petugas, sekaligus mencatat seluruh transaksi secara digital.
Menurut Muhammad Inoki, mekanisme tersebut menghilangkan berbagai kendala yang sebelumnya muncul akibat pembayaran tunai, seperti proses administrasi yang lambat, potensi kesalahan pencatatan, hingga sulitnya memantau pendapatan secara real time.
Tingkatkan Akuntabilitas dan Efisiensi Pelayanan
Selain menghadirkan pembayaran digital, pengembangan SISNINJA juga mencakup integrasi dengan sistem Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT), dashboard monitoring, sistem pembayaran daring yang terhubung dengan Bapenda, notifikasi real time, migrasi platform ke framework Laravel, hingga penguatan sistem keamanan aplikasi.
Pengembangan dilakukan melalui pendekatan ilmiah yang diawali dengan observasi kebutuhan pengguna, pengumpulan data operasional, studi literatur mengenai pembayaran digital, proses perancangan sistem, integrasi dengan layanan perbankan dan QRIS, hingga uji coba untuk memastikan kecepatan transaksi serta kemudahan penggunaan.
Dorong Pendapatan Daerah
Kehadiran Sisninja versi terbaru diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap tata kelola keuangan daerah.
Dengan pembayaran digital, proses transaksi menjadi lebih efisien, penggunaan dokumen kertas dapat ditekan, potensi kebocoran pendapatan berkurang, serta monitoring penerimaan layanan dapat dilakukan secara real time.
UPTD PAL Dinas PUPR Kota Bogor juga terus memperkenalkan inovasi tersebut melalui media sosial, website resmi, serta edukasi langsung kepada masyarakat yang dilakukan bersama petugas lapangan.
Pada 2026, pengembangan Sisninja didukung anggaran sebesar Rp95.459.200 yang bersumber dari APBD Kota Bogor.
Ke depan, sistem ini masih akan disempurnakan melalui penambahan fitur notifikasi pembayaran otomatis, integrasi dengan sistem keuangan daerah, analisis data transaksi, serta peningkatan keamanan guna melindungi data pengguna dan memperkuat layanan sanitasi digital di Kota Bogor.
Baca Juga: Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Sambut Kelahiran Anak Pertama, Ini Makna Nama Sang Buah Hati
Perlu diketahui, Sisninja ini diikutkan dalam Bogor Innovation Award. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti