Siproksi 5.0 Ubah Cara Kota Bogor Awasi Lebih dari 500 Proyek Konstruksi secara Real-Time

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 09:50 WIB
Disperumkim Kota Bogor mengembangkan Siproksi 5.0.
Disperumkim Kota Bogor mengembangkan Siproksi 5.0.

RADAR BOGOR - Mengawasi ratusan proyek konstruksi dalam satu tahun bukan pekerjaan mudah. 

Selama bertahun-tahun, tim teknis di Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor harus turun langsung ke lapangan untuk memantau perkembangan pekerjaan satu per satu. 

Keterbatasan jumlah personel membuat proses pengawasan belum berjalan maksimal.

Baca Juga: Angkat Isu Perundungan di Dunia Pendidikan, Drakor Teach You A Lesson jadi Sorotan di Netflix

Berangkat dari kondisi tersebut, Disperumkim Kota Bogor menghadirkan Sistem Pengendalian Proyek Konstruksi (Siproksi) Versi 5.0, sebuah inovasi digital yang mengubah pola pengawasan proyek menjadi lebih cepat, akurat, dan berbasis data secara real-time.

Inovasi ini, dikembangkan oleh Ari Syarifudin, Jamaluddin, dan Aldi Iskandar sebagai tim inovator dari Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor.

Berawal dari Keterbatasan Pengawasan Proyek

Setiap tahun, Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Disperumkim Kota Bogor menangani lebih dari 500 paket pekerjaan konstruksi. 

Proyek tersebut mencakup pembangunan dan pemeliharaan jalan lingkungan, drainase, jembatan penyeberangan orang, hingga tembok penahan tanah yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bogor.

Namun, jumlah tenaga pengawas tidak bertambah secara signifikan sehingga proses monitoring masih dilakukan secara manual. 

Kondisi tersebut membuat tingkat pengawasan proyek setiap tahun belum mampu mencapai target ideal.

Ari Syarifudin selaku inovator Siproksi menjelaskan, kebutuhan akan sistem pengawasan digital menjadi alasan utama lahirnya aplikasi tersebut.

"Kami ingin menghadirkan sistem yang memungkinkan proses pengawasan dilakukan kapan saja dan dari mana saja dengan dukungan data yang diperbarui secara real-time sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat," ujarnya.

Monitoring Proyek Kini Bisa Dilakukan dari Mana Saja

Siproksi 5.0 dikembangkan sebagai platform digital yang menggabungkan aplikasi berbasis web dan aplikasi Android dalam satu ekosistem terintegrasi.

Baca Juga: Bansos Kemerdekaan 1 Agustus 2026: Daftar 8 Bantuan Cair Masif, Nominal Capai Rp4,2 Juta per KPM

Melalui aplikasi mobile, petugas lapangan dapat mengirim laporan perkembangan pekerjaan secara langsung dari lokasi proyek. 

Seluruh data tersebut kemudian tersinkronisasi ke aplikasi web yang digunakan pejabat pembuat komitmen (PPK), pimpinan dinas, hingga manajemen proyek untuk melakukan pemantauan secara menyeluruh.

Keunggulan lainnya adalah integrasi dengan Geographic Information System (GIS) yang memungkinkan seluruh lokasi proyek ditampilkan dalam peta digital sehingga memudahkan proses pengawasan dan evaluasi.

Selain itu, Siproksi juga menghadirkan validasi digital penyelesaian pekerjaan oleh PPK, digitalisasi dokumen kontrak, dashboard infografis real-time, modul administrasi keuangan, survei kepuasan pengguna, hingga peningkatan keamanan sistem.

Monitoring Naik Signifikan hingga 96,8 Persen

Implementasi Siproksi memberikan perubahan yang cukup besar terhadap proses pengendalian proyek di lingkungan Disperumkim Kota Bogor.

Sebelum sistem diterapkan, monitoring proyek dilakukan sepenuhnya secara manual dengan tingkat realisasi pengawasan yang berada di bawah 60 persen setiap tahun. 

Setelah berbagai penyempurnaan hingga hadirnya Siproksi Versi 5.0, capaian monitoring meningkat drastis menjadi 96,8 persen pada 2025.

Lebih dari 200 pengguna aktif yang terdiri atas PPK, PPTK, tim teknis, serta konsultan pengawas kini memanfaatkan platform tersebut dalam aktivitas pengawasan proyek konstruksi.

Dikembangkan Bertahap Selama 3 Tahun

Pengembangan SIPROKSI dimulai melalui observasi langsung terhadap proses pengawasan lapangan pada periode 2020 hingga 2021. 

Tim inovator kemudian melakukan pengumpulan data, wawancara dengan para pemangku kepentingan, hingga merancang sistem berdasarkan kebutuhan pengguna.

Versi pertama mulai diuji coba pada Oktober 2021. 

Baca Juga: Update Pencairan PKH dan BPNT Tahap 3 di KKS BNI dan KKS Baru, Simak Buktinya

Selanjutnya, aplikasi terus disempurnakan melalui pengembangan bertahap hingga akhirnya resmi mengimplementasikan Siproksi Versi 5.0 pada Desember 2025.

Selama proses tersebut, setiap pembaruan dilakukan berdasarkan masukan pengguna agar aplikasi semakin stabil, mudah digunakan, dan mampu mendukung pengawasan proyek secara lebih efektif.

Efisiensi Anggaran dan Siap Dikembangkan Lebih Luas

Selain meningkatkan kualitas pengawasan, Siproksi juga memberikan dampak terhadap efisiensi anggaran operasional. 

Berkurangnya kebutuhan kunjungan lapangan secara berulang membantu menghemat biaya transportasi serta mempercepat proses pelaporan.

Monitoring yang dilakukan secara real-time juga memungkinkan, potensi keterlambatan pekerjaan maupun penyimpangan spesifikasi proyek terdeteksi lebih awal sehingga risiko pembengkakan biaya dapat ditekan.

Ke depan, Disperumkim Kota Bogor berencana mengembangkan Siproksi melalui integrasi dengan dashboard Pemerintah Kota Bogor.

Selain itu, penambahan fitur analitik yang membandingkan target dan realisasi proyek, pengembangan aplikasi berbasis iOS.

Hingga, membuka peluang replikasi sistem oleh pemerintah daerah lain sebagai salah satu praktik baik transformasi digital di sektor pengawasan konstruksi.

Diketahui, Siproksi diikutkan dalam Bogor Innovation Award 2026.  (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
Siproksi Dinas Perumahan dan Permukiman Sistem Pengendalian Proyek Konstruksi bogor Disperumkim