Milad ke-65, UIKA Bogor Luncurkan Program Orang Tua Asuh bagi Mahasiswa Kurang Mampu 

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 10:37 WIB
Pelepasan burung merpati sebagai simbolis peluncuran program Orang Tua Asuh UIKA Bogor. (Foto: Fikri/Radar Bogor)
Pelepasan burung merpati sebagai simbolis peluncuran program Orang Tua Asuh UIKA Bogor. (Foto: Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Universitas Ibn Khaldun atau UIKA Bogor meluncurkan program Orang Tua Asuh Pendidikan Tinggi pada puncak perayaan Milad ke-65, Sabtu 1 Agustus 2026.

Program dari UIKA Bogor tersebut ditujukan untuk membantu warga Kota Bogor dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengenyam pendidikan tinggi.

Peluncuran program dilakukan UIKA Bogor dalam acara bertajuk Funday di Taman Ekspresi, Sempur, Kecamatan Bogor Tengah.

Kegiatan itu dihadiri civitas akademika, alumni, stakeholder, serta sejumlah tamu undangan.

Rektor UIKA Bogor, Prof. Mujahidin, mengatakan program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya Angka Partisipasi Murni (APM) perguruan tinggi di Kota Bogor.

Saat ini, APM pendidikan tinggi di Kota Bogor baru mencapai sekitar 20 persen, jauh di bawah negara-negara maju yang telah mencapai sekitar 80 persen.

Baca Juga: Bansos Bakal Disalurkan Melalui KDMP, Gus Ipul Sebut Masih Tahap Simulasi

"Kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada pemerintah. Kita harus menggerakkan potensi masyarakat untuk bisa membantu saudara-saudara kita yang kebetulan tidak mampu secara ekonomi. Kegiatan ini menjadi momentum pertama untuk saling membantu memfasilitasi pendidikan ke perguruan tinggi," ujarnya.

Saat ini, UIKA tengah menyeleksi 116 warga Kota Bogor yang telah mendaftar sebagai calon penerima program.

Kampus akan mengutamakan penyaluran melalui jalur Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah agar mahasiswa juga memperoleh bantuan biaya hidup.

Apabila tidak dapat difasilitasi melalui KIP Kuliah, mahasiswa akan dibantu melalui skema Orang Tua Asuh.

Dalam skema tersebut, mahasiswa dibebaskan dari biaya kuliah, sementara kebutuhan lain dipenuhi secara mandiri.

"Sedangkan untuk jalur Orang Tua Asuh, mahasiswa dibebaskan dari uang kuliah saja. Yang penting mereka bisa kuliah terlebih dahulu. Mengingat mereka warga Kota Bogor, biaya transportasinya terjangkau, tinggal di rumah masing-masing, dan makan bisa bawa bekal. Harusnya pendidikan mereka bisa selesai," jelas Prof. Mujahidin.

Pada kesempatan yang sama, UIKA Bogor juga meluncurkan UIKA Travel. Unit usaha tersebut tidak hanya melayani perjalanan ibadah umrah, tetapi juga mendukung program KKN dan magang internasional mahasiswa di Makkah dan Madinah yang telah berjalan selama empat tahun terakhir.

Ketua Ikatan Alumni UIKA, Safrudin Bima, menyatakan dukungannya terhadap program Orang Tua Asuh Pendidikan Tinggi.

Baca Juga: Sempat Dituduh Lakukan Kekerasan di Australia, Youtuber Yung Filly Divonis Bebas

Menurutnya, pemerataan akses pendidikan tinggi memerlukan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

"Kita mendukung penuh visi besar dan mulia dari UIKA supaya pemerataan pendidikan itu benar-benar terjadi. Ini adalah momentum konsolidasi kekuatan UIKA yang harus bersinergi dengan pemerintah. Kita meminta Pemkot Bogor men-support penuh gerakan ini," katanya.

Puncak Milad ke-65 UIKA Bogor dikemas dalam kegiatan Funday yang berlangsung meriah sejak pagi.

Rangkaian acara diawali jalan sehat dari Balai Kota Bogor menuju Taman Ekspresi Sempur, dilanjutkan bazar UMKM, hiburan, pembagian doorprize, hingga pengundian hadiah utama berupa paket ibadah umrah. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
keluarga kurang mampu uika bogor orang tua asuh