RADAR BOGOR – Pemkot Bogor mulai menyiapkan arah pembangunan untuk tahun 2027 dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta percepatan transformasi digital pemerintahan.
Kebijakan tersebut dituangkan dalam Rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 yang disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor, Jumat 31 Juli 2026.
Dokumen KUA-PPAS menjadi tahapan awal dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.
Di dalamnya memuat arah kebijakan pendapatan daerah, belanja daerah, hingga pembiayaan yang akan menjadi dasar penyusunan anggaran pembangunan tahun depan.
Dedie Rachim menjelaskan, penyusunan KUA-PPAS dilakukan sebagai bagian dari proses perencanaan fiskal daerah agar pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
"Dokumen KUA-PPAS merupakan fondasi awal dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027. Di dalamnya memuat kebijakan mengenai pendapatan, belanja, serta pembiayaan daerah sebagai pedoman penyusunan anggaran," ujar Dedie.
Baca Juga: Honda N-Box Custom 2026, Mobil Mungil dengan Spesifikasi Modern Seharga Mobil Mewah
Berpedoman pada RPJMD Kota Bogor 2025-2029
Dedie menjelaskan, penyusunan KUA-PPAS 2027 mengacu pada Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 5 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor Tahun 2025-2029.
Dalam dokumen tersebut, Pemkot Bogor mengusung visi "Bogor Beres, Bogor Maju" yang diwujudkan melalui empat misi utama, yakni Bogor Cerdas, Bogor Sehat, Bogor Sejahtera, dan Bogor Lancar.
Menurutnya, arah pembangunan tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD dengan fokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dan modernisasi tata kelola pemerintahan melalui teknologi digital.
"Tema RKPD Tahun 2027 difokuskan pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia sekaligus percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintahan," jelasnya.
Fokus Tingkatkan SDM dan Layanan Digital
Dalam sektor pembangunan manusia, Pemkot Bogor akan memperkuat kualitas SDM melalui integrasi pendidikan vokasi, peningkatan literasi sains dan digital, serta pengembangan sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Sementara itu, transformasi digital akan diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penerapan e-government, integrasi sistem informasi daerah, serta penyusunan kebijakan berbasis data (data-driven policy making).
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan birokrasi yang lebih transparan, efektif, efisien, sekaligus responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat.
Dedie menambahkan, arah kebijakan pembangunan tersebut juga selaras dengan Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 10 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bogor Tahun 2025-2045, yang menjadi acuan pembangunan Kota Bogor dalam jangka panjang.
Raih Opini WTP Ke-10 Berturut-turut
Dalam rapat paripurna yang sama, Wali Kota Bogor juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Baca Juga: Milad ke-65, UIKA Bogor Luncurkan Program Orang Tua Asuh bagi Mahasiswa Kurang Mampu
Ia mengungkapkan bahwa laporan keuangan Pemerintah Kota Bogor yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Capaian tersebut menjadi raihan WTP yang ke-10 bagi Pemkot Bogor.
Menurut Dedie, prestasi tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga akuntabilitas serta tata kelola keuangan yang baik.
Di akhir penyampaiannya, Dedie berharap pembahasan Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 bersama DPRD Kota Bogor dapat berlangsung secara produktif sehingga menghasilkan kebijakan anggaran yang tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Harapannya, pembahasan KUA-PPAS dapat berjalan secara konstruktif sehingga menghasilkan perencanaan anggaran yang berkualitas dan benar-benar mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kota Bogor," pungkasnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin