RADAR BOGOR – Rumah Sakit Ummi Bogor kembali dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan operasi kanker kepala dan leher dalam rangka peringatan World Head and Neck Cancer Day.
Operasi kanker kepala dan leher di RS Ummi ini merupakan hasil kolaborasi antara Kolegium Onkologi THT-BKL Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (PERHATI-KL), serta Dinas Kesehatan Kota Bogor.
Selama dua hari pelaksanaan, sebanyak 13 pasien dijadwalkan menjalani operasi kanker kepala dan leher di RS Ummi Kota Bogor.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan Inklusif, KAGUME Bogor Latih Guru Terapkan Terapi Edukatif untuk ABK
Selain memberikan layanan medis kepada pasien, kegiatan tersebut juga menjadi ajang peningkatan kompetensi dengan menghadirkan guru besar, instruktur, dan dokter spesialis onkologi THT-BKL dari berbagai daerah di Indonesia.
Direktur Utama RS Ummi Bogor, dr. Najib Askar, MARS, mengungkapkan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya kembali dipercaya menjadi tuan rumah program nasional tersebut setelah sukses menyelenggarakannya pada dua tahun lalu.
“Alhamdulillah, tahun ini kami kembali dipercaya oleh Kolegium Onkologi Bedah Kepala Leher dan PERHATI-KL untuk menggelar kegiatan ini. Selama dua hari ada 13 pasien yang akan menjalani operasi di RS Ummi,” ujarnya, Sabtu, 1 Agustus 2028.
Baca Juga: Sengketa Nazir Alun-Alun Empang Menemui Titik Terang, Pemkot Bogor Capai 4 Kesepakatan
Menurut Najib, seluruh pasien yang menjalani operasi merupakan rujukan dari Kota dan Kabupaten Bogor. RS Ummi saat ini menjadi satu-satunya rumah sakit di wilayah Bogor yang memiliki layanan dokter spesialis onkologi bedah kepala dan leher.
Ia juga menyoroti masih banyak pasien yang datang berobat ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya edukasi dan deteksi dini kepada masyarakat.
“Sebagian besar pasien datang saat penyakit sudah cukup berat. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala sejak awal perlu terus ditingkatkan,” katanya.
Baca Juga: Tempat Nongkrong di Bogor Utara, Rumah Ons Uns Punya Sego Goreng Smokey yang Bikin Nagih
Terkait pembiayaan, Najib memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena tindakan operasi kanker umumnya telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan selama sesuai dengan indikasi medis yang berlaku.
“BPJS pada umumnya mengakomodasi tindakan tersebut sesuai ketentuan medis. Jadi masyarakat yang memiliki jaminan kesehatan tidak perlu ragu untuk memeriksakan diri,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bogor, Tengku Yenni, menyebut kasus kanker masih menjadi perhatian serius di Kota Bogor. Meski kanker leher rahim menjadi kasus yang paling banyak ditemukan, kanker kepala dan leher juga terus tercatat setiap tahunnya.
Baca Juga: Momen Spesial Ulang Tahun ke-1 Baby Andrew, Janji Manis DJ Bravy Jadi Sorotan Netizen
“Berdasarkan data tahun ini terdapat sekitar 25 kasus kanker kepala dan leher. Namun angka tersebut kemungkinan lebih besar karena banyak kasus yang baru terdeteksi saat kondisinya sudah berat,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kota Bogor terus mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit, termasuk kanker.
“Kami berharap masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis agar faktor risiko penyakit dapat diketahui lebih awal. Pemeriksaan rutin sangat penting untuk mencegah keterlambatan diagnosis,” kata Tengku.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Kolegium Onkologi THT-BKL Indonesia, dr. Ika Dewi Mayangsari, menjelaskan bahwa peringatan World Head and Neck Cancer Day bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker kepala dan leher yang masih kurang dikenal dibanding jenis kanker lainnya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Toko Buku, Gramedia Bogor Yasmin Hadir dengan Konsep Kafe dan Ruang Komunitas
“Kanker kepala dan leher mungkin tidak sepopuler kanker payudara atau kanker paru. Padahal secara global penyakit ini masuk dalam 10 besar kasus kanker, dan kanker nasofaring menjadi salah satu yang paling sering ditemukan di bidang THT,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lokasi kanker yang berada di area rongga sempit membuat gejalanya kerap tidak disadari sejak awal. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan keluhan yang berlangsung terus-menerus.
Gejala seperti telinga terasa tersumbat di satu sisi, hidung tersumbat sebelah, hingga mimisan yang tidak kunjung membaik selama lebih dari dua minggu perlu segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan.
Menurutnya, keluhan tersebut dapat menjadi tanda awal kanker nasofaring yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: BRI Peduli Perkuat Peternak Sapi Perah Malang, Produksi Meningkat hingga Produk Olahan Tembus Pasar
Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih singkat, tajam, dan bergaya portal berita digital agar lebih menarik untuk pembaca online.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga