Lintasan Kereta Bakal Ditutup, Pemkot Bogor Kaji Akses Khusus Pejalan Kaki di Flyover Martadinata

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 16:32 WIB
Ilustrasi: Flyover Martadinata Kota Bogor.(Dok. Radar Bogor)
Ilustrasi: Flyover Martadinata Kota Bogor.(Dok. Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Perlintasan kereta di bawah flyover Martadinata Kota Bogor bakal ditutup, langkah ini diklaim sebagai upaya untuk meminimalisir risiko kecelakaan.

Niat baik itu justru menuai pro dan kontra, warga yang tinggal di sekitar lintasan kereta Martadinata kesulitan untuk mendapat akses penyebrangan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Juniarti Estiningsih menyarankan agar pejalan kaki bisa memanfaatkan flyover Martadinata. 

Namun saran tersebut menemui sejumlah kendala, salah satunya tidak tersedia akses pejalan kaki di flyover Martadinata dan arus lalu lintasnya pun terbilang cepat.

Baca Juga: Tiang Lawang Salapan Bogor Masih Diperbaiki, Dedie Rachim Pastikan Bendera Merah Putih Berkibar Sebelum HUT RI

“Bisa melalui flyover, nanti kita pikirkan, untuk akses pejalan kakinya,” jelas Esti kepada Radar Bogor Minggu, 2 Juli 2026 sore.

Saat ini Pemkot Bogor disebut Esti tengah fokus pada keselamatan warga, sehingga langkah yang paling dekat direalisasikan adalah penutupan lintasannya.

“Iya pasti kita pikirkan, hanya unruk sementara prioritas kami kemanan masyarakat dulu dari peristiwa kecelakaan kereta,” ujar Esti.

Warga mengusulkan agar dibangun Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) agar akses pejalan kaki bisa lebih aman dan nyaman.

Namun, hingga saat ini pemerintah belum punya rencana itu, salah satu alasannya karena biaya pembangunan JPO butuh uang yang tidak sedikit.

“JPO mahal biayanya dan tidak di mungkinkan lokasiny kan di atas sudah ada flyover tapi coba kami kominikasikan dengan Dishub,” terangnya

Saat ini prioritas pembangunan JPO menyasar di Jalan MA Salmun, rencana ini akan direalisasikan pada tahun 2027 mendatang (bay)

Editor : Eka Rahmawati
Martadinata bogor flyover