RADAR BOGOR - Pedagang Kaki Lima (PKL) masih nakat berjualan di kawasan Suryakencana. Padahal Pemkot Bogor sudah berulang kali menertibkan.
Pantauan di lokasi, Senin 3 Agustus 2026 PKL masih leluasa melakukan aktivitas jual beli. Titik jualan mereka bahkan di area pedestrian Suryakencana
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin yang saat itu tengah menyidak kawasan Suryakencana terlihat cukup geram dengan aktivitas PKL.
Jenal berpandangan memang perlu adanya petugas yang disiagakan setiap waktu. Namun hal ini terkendala dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) nya.
“Bogor berapa kuatnya petugas berjaga, tapi pasti ada lengahnya, ada istirahatnya. Jadi memang kesadaran masyarakat harus diedukasi,” ujar Jenal.
Jenal sampai prustasi menangani aktivitas PKL. Padahal di wilayah lain, meski tidak ada petugas yang berjaga namun tetap kondusif.
Baca Juga: PLN Electrifying Agriculture Bikin Petani Bekasi Panen 3 Kali Setahun, Pendapatan Naik Rp12 Juta
“Melihat kota lain taman-tamannya tidak ada yang jaga, tidak ada park ranger atau Pol PP, tapi bersih tidak ada PKL ataupun sampah,” jelas Jenal.
Untuk itu langkah preventif dan preentif mesti dikolaborasikan. Jenal mengusulkan agar ada tambahan petugas yang dikonfersi melalui park ranger.
Langkah itu dipandang menjadi solusi dalam mengatasi minimnya jumlah petugas yang mengawasi aktivitas PKL. Usulan ini telah disampaikan ke Wali Kota Bogor.
“Saya sudah bilang ke pa Wali untuk mengkonfersi park ranger menjadi petugas Pol PP dan Dishub. Karena butuh personel yang banyak,” terang Jenal.
Dengan begitu, petugas akan lebih banyak yang berjaga saat Sabtu dan Minggu. Sehingga titik-titik yang masih banyak PKL bisa diantisipasi
“Ini sangat butuh personel yang banyak, sehingga Sabtu Minggu saya minta petugas dishub lebih banyak dari pada dihari kerja,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin